Risalah NU Edisi 40

Rp15,000.00

Description

KEBANGKITAN ISNU UNTUK KEBANGKITAN NU

Risalah NU Edisi 40 tahun 2013 membahas soal Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU). Pasca di lantik dan bekerja, apakah kedepan ISNU benar-benar menjadi Banom NU yang mandiri dan melakukan trobosan untuk kabangkitan NU atau justru sebaliknya?… monggo di baca…

Kelahiran Ikatan Sarjana NU (ISNU) menandakan kebangkitan intelektual di lingkungan NU dan wadah berkhidmat para sarjana untuk umat. ISNU tak menjanjikan apa-apa, selain mengajak bekerja ikhlas untuk kesejahteraan rakyat Indonesia dan umat Islam di dunia. Imbalannya tentu bukan imbalan jabatan di dunia, tapi, istana di surga.

Kehadiran ISNU akan lebih melengkapi pengkhidmatan kaum inteketual kepada bangsa. Tak ubahnya ICMI yang pernah didirikan Mantan Presiden RI B.J. Habibie tahun 1990-an. “Keduanya sama dalam kecendekiawanannya tapi wadahnya beda, tatanan penghidmatannya juga beda. Penghidmatan ISNU khususnya kepada Nahdliyin, umat Islam yang ada di pedesaan. Sementara ICMI lebih ke kota, urban. Masing-masing punya domain sendiri-sendiri, tapi bisa bekerja sama untuk membangun bangsa,” katanya.

Embrio ISNU adalah FOSNU yang ditetapkan oleh muktamar NU di ponpes Lirboyo, Kediri. Sedangkan ISNU ditetapkan sebagai badan otonom melalui muktamar NU makasar tahun 2010. Sampai saat ini sudah 200 lebih profesor dan 400 lebih doktor telah bergabung. tentu menjadi organisasi yang berpengaruh saat ini. Tinggal bagaimana pengurus meramu mereka menjadi The Dream Team yang bermanfaat bagi Nahdliyin khususnya, bangsa umumnya.

Hero Banner 1080 X 400

Kami juga mengaktifkan kembali kaukus NU yang diharapkan dapat memberikan sumbangan nyata bagi nahdliyin, mengingat mereka yang sudah sukses dan berada di eksekutif dan legislatif perlu dipanggil untuk pengabdian nyatanya di Nahdlatul Ulama.

Gus Mus sudah lama tidak memberi tausiyah via Risalah NU, kali ini kami sajikan tausiyah Beliau dengan judul Seharusnya Budaya Menjadi Panglima. Dengan gaya yang khas seniman, gaya Gus Mus sangat menarik untuk disimak.

Terdapat rubrik seni-budaya yang kami sajikan untuk menunjukkan kiprah seniman kelas dunia kita Zawawi Imron, kemudian humor versi dalang Ki Enthus Susmono, Tausiyah dari Kiai Musthafa Helmy sebagai oto kritik terhadap pemimpin-pemimpin kita

Selamat membaca dan beli…

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Risalah NU Edisi 40”

Your email address will not be published. Required fields are marked *