PBNU dan Kedutaan Thailand Diskusikan Peluang Sinergi Pendidikan Islam yang Inklusif

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima kunjungan delegasi dari Kedutaan Besar Kerajaan Thailand (The Royal Thai Embassy) dan perwakilan Angkatan Darat Thailand. Pertemuan berlangsung di Lantai 5 Gedung PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (22/5/25). Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Hj. Safira Rosa Machrusah hadir sebagai perwakilan PBNU dalam pertemuan tersebut.

Kolaborasi pendidikan Islam menjadi fokus utama diskusi, termasuk pertukaran pelajar antara Indonesia dan Thailand. Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) menjelaskan bahwa Indonesia menawarkan pendekatan keislaman dengan konteks sosial yang damai dan inklusif. Hal ini me jadikan studi keislaman di Indonesia relevan bagi masyarakat global, khususnya Thailand.

“Hubungan dalam bidang pendidikan perlu ditingkatkan. Jadi kalau mereka belajar Islam di sini, mereka belajar Islam yang jauh lebih applicable di dalam masyarakat Thailand,” jelas Gus Ulil.

Delegasi Thailand menyatakan ketertarikan pada model pendidikan NU yang menggabungkan tradisi pesantren dengan kurikulum modern.

Menanggapi hal tersebut, Gus Ulil para delegasi yang hadir menginginkan umat Islam di Thailand bisa berkontribusi dalam kehidupan modern dengan berpegang pada nilai-nilai dasar Islam.

“Mereka (para santri dan siswa) bisa berkontribusi dalam kehidupan modern dengan nilai-nilai dasar Islam. Para delegasi juga ingin memiliki umat Islam seperti itu di Thailand. Itu yang membuat mereka tertarik,” jelas Gus Ulil.

Ia juga memaparkan peran NU dalam membangun toleransi dan perdamaian di Indonesia.

Konselor Kedutaan Thailand, Nawin Sirapan, mengapresiasi praktik multikulturalisme Indonesia.

“Tujuan kunjungan kami adalah mempelajari langsung kehidupan harmonis antaragama di sini,” ujar Sirapan.

Ia berharap dapat mengadopsi nilai-nilai inklusivitas ini untuk memperkuat kerukunan di negaranya.

Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas kerja sama pendidikan, sekaligus mempromosikan Islam moderat sebagai jembatan diplomasi budaya antara kedua negara.

Ekalavya

Leave A Reply

Your email address will not be published.