RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Pameran Dialog Peradaban yang menghadirkan warisan pemikiran KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Daisaku Ikeda resmi dibuka di Selasar Al Fattah, Masjid Istiqlal, Rabu (1/10/2025). Pameran ini merupakan upaya memberi ruang perjumpaan lintas agama dan budaya dengan semangat persahabatan, toleransi, serta perdamaian.
Acara yang digelar oleh Yayasan Bani Abdurrahman Wahid bersama Soka Gakkai Indonesia ini menampilkan panorama perjalanan Gus Dur dan Ikeda, karya seni, animasi, hingga komik yang menghidupkan kembali nilai-nilai kemanusiaan dalam buku Dialog Peradaban untuk Toleransi dan Perdamaian.
Ketua Panitia, Inayah Wahid mengatakan bahwa pameran ini berangkat dari wasiat Gus Dur agar dialog lintas budaya dan agama tidak berhenti. Ia menambahkan bahwa pameran ini sengaja dikemas dengan pendekatan yang ringan dan hangat.

“Awalnya saya pusing karena bukunya tebal banget, isinya berat banget. Tapi kemudian saya bertemu dengan banyak orang luar biasa, sehingga terciptalah pameran ini. Hari ini kami tidak ingin bicara hal-hal berat, kami ingin bicara persahabatan saja—cinta yang sederhana, kekanak-kanakan mungkin terdengarnya, tapi justru itulah yang paling dibutuhkan dunia,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Inayah juga menekankan bahwa hubungan antarbangsa maupun antarkomunitas harus bertolak dari nilai kemanusiaan.
“Manusia perlu bertemu satu sama lain bukan semata karena kesamaan identitas politik atau agama, tetapi karena mereka sama-sama manusia. Itulah pesan yang dibawa Gus Dur dan Ikeda,” tuturnya.

Selain pameran visual, acara ini juga meluncurkan audiobook Dialog Peradaban, menghadirkan doa lintas agama, serta berbagai pertunjukan seni seperti angklung, origami, kolintang, hingga musik koto Jepang.
Pameran ini terbuka untuk umum dan diharapkan dapat menjadi gelombang baru persahabatan lintas batas, baik antarindividu maupun bangsa.
(Anisa)