RISALAH NU ONLINE, JAKARTA — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menyiapkan penyelenggaraan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 NU berdasarkan kalender Masehi yang direncanakan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyampaikan bahwa meski perhitungan resmi Harlah NU menggunakan kalender Hijriah, PBNU tetap menyelenggarakan peringatan berdasarkan kalender Masehi untuk memudahkan masyarakat luas.
“Untuk memudahkan masyarakat umum, kita juga akan menyelenggarakan selamatan dengan kalender Masehi pada 31 Januari. Insyaallah akan diselenggarakan di GBK,” ujar Gus Yahya di Gedung PBNU, Jakarta, pada Senin, (5/1/2026) malam.
Beliau mengungkapkan bahwa peringatan Harlah 100 NU kalender Masehi ini juga menjadi momentum strategis untuk mengonsolidasikan arah perjuangan NU ke depan. Salah satunya melalui penyusunan Roadmap NU 2027–2052 yang saat ini masih berupa draf dan akan dibahas dalam forum Munas dan Konferensi Besar, sebelum ditetapkan sebagai keputusan resmi pada Muktamar ke-35 NU.
Sebelum dibawa ke forum-forum resmi tersebut, PBNU berencana menggelar halaqah uji publik.
“Supaya para pakar, ulama, intelektual, memeriksa draft roadmap ini memberikan masukan-masukan dan menyempurnakan kekurangannya, mengoreksi kesalahannya,” terangnya.
Lebih lanjut, Gus Yahya menegaskan bahwa peringatan Harlah NU, menjadi momentum untuk menyambungkan kembali NU, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara ruh, dalam satu barisan perjuangan yang utuh dan penuh mahabbah.
Mengutip pesan pendiri NU, Hadrotussyeikh KH Hasyim Asy’ari, Gus Yahya menekankan pentingnya cinta dan kasih sayang sebagai fondasi kebersamaan di dalam jam’iyyah NU.
“Masuklah ke NU dengan mahabbah. Kalau sudah masuk, harus bisa saling mencintai dan menyayangi,” pungkasnya.
(Anisa)