Inilah Amalan Jumat Terakhir Bulan Rajab untuk Kelancaran Rezeki

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Bulan Rajab merupakan waktu yang istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan amal kebajikan.

Para ulama menerangkan bahwa setiap perbuatan baik dan ibadah yang dikerjakan pada bulan ini akan mendapatkan ganjaran pahala yang berlipat. Di sisi lain, hari Jumat juga dikenal sebagai hari yang penuh keutamaan dalam beribadah.

Pada hari tersebut, terdapat sejumlah amalan dan aktivitas khusus yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Salah satu amalan yang dianjurkan pada hari Jumat adalah memperbanyak doa, baik pada malam maupun siang harinya.

Anjuran ini sejalan dengan riwayat hadis Nabi SAW yang menyebutkan adanya satu waktu di hari Jumat yang sangat mustajab untuk berdoa. Dalam salah satu redaksi hadis disebutkan:

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا

Artinya: “Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW menyebutkan tentang hari Jumat lalu beliau bersabda: Di dalamnya terdapat suatu waktu, tidaklah seorang hamba Muslim bertepatan dengannya dalam keadaan beribadah seraya ia meminta kepada Allah sesuatu hajat, melainkan Allah akan mengabulkan permintaannya. Rasulullah lalu memberi isyarat dengan tangannya bahwa waktu tersebut sangatlah sebentar.” (HR Al-Bukhari)

Syekh Dr Wahbah Az-Zuhaili (wafat 1436 H) dalam ensiklopedi fiqihnya menegaskan bahwa salah satu amalan sunah pada hari Jumat adalah memperbanyak doa, baik pada malam maupun siang hari, karena di dalamnya terdapat waktu mustajab (sa’atul ijabah). Siapa pun yang memanjatkan doa pada waktu tersebut, maka permohonannya akan dikabulkan.

Lebih lanjut, Az-Zuhaili menjelaskan bahwa menurut pendapat yang paling kuat mengenai waktu dikabulkannya doa adalah sejak imam duduk di atas mimbar hingga shalat Jumat selesai dilaksanakan:

 

الْإِكْثَارُ مِنَ الدُّعَاءِ يَوْمَهَا وَلَيْلَتِهَا: أَمَّا يَوْمُهَا فَلِرَجَاءِ أَنْ يُصَادِفَ سَاعَةَ الْإِجَابَةِ؛ لِأَنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فَقَالَ: فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ، وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ، وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا .وَفِي رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ: وَهِيَ سَاعَةٌ خَفِيفَةٌ وَالصَّوَابُ فِي سَاعَةِ الْإِجَابَةِ، كَمَا بَيَّنَّا، مَا ثَبَتَ فِي صَحِيحِ مُسْلِمٍ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: هِيَ مَا بَيْنَ أَنْ يَجْلِسَ الْإِمَامُ، إِلَى أَنْ يَقْضِيَ الصَّلَاةَ

Artinya: “Memperbanyak doa pada hari itu dan malamnya. Adapun pada siang harinya, karena adanya harapan bertepatan dengan waktu dikabulkannya doa, sebab Nabi SAW menyebutkan tentang hari Jumat, beliau bersabda: Di dalamnya terdapat suatu waktu, tidaklah seorang hamba Muslim bertepatan dengannya dalam keadaan berdiri melaksanakan shalat, lalu ia memohon kepada Allah Ta’ala sesuatu, melainkan Allah akan mengabulkannya. Beliau memberi isyarat dengan tangannya bahwa waktu itu sangat singkat. Dalam riwayat Muslim disebutkan: Dan itu adalah waktu yang singkat. Pendapat yang paling kuat tentang waktu dikabulkannya doa sebagaimana telah kami jelaskan adalah yang diriwayatkan dalam Shahih Muslim, bahwa Nabi SAW bersabda: Waktu itu adalah sejak imam duduk (di mimbar) hingga selesai dilaksanakannya shalat.” (Al-Fiqh Al-Islami Wa Adillatuhu [Damaskus: Dar Al-Fikr Al-Mu’ashir], vol 2, h 1325)

Diantara Khutbah Jum’at

Saat memasuki Jumat terakhir Rajab, terdapat satu amalan yang diyakini membawa manfaat besar

bagi kehidupan seseorang sepanjang satu tahun ke depan. Adapun amalan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

 

أَحْمَدُ رَسُولُ اللَّهِ، مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ

Artinya: “Ahmad utusan Allah, Muhammad utusan Allah.”

Adapun tata cara membaca amalan pada Jumat terakhir Rajab, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya yaitu dibaca sebanyak 35 kali ketika khatib sedang berada di atas mimbar dan menyampaikan khutbah Jumat kedua.

Salah satu keutamaan dari amalan yang dilakukan pada Jumat terakhir Rajab ini adalah tercukupinya kebutuhan hidup sepanjang tahun. Hal tersebut diyakini karena rezeki yang dimiliki tidak akan cepat habis, sehingga seseorang akan terhindar dari kondisi kekurangan atau kemiskinan.

Amalan ini juga telah dikenal dan diamalkan secara luas di kalangan para ulama. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quds Al-Makki (wafat 1335 H) dalam kitabnya menyampaikan:

 

وَمِنْ فَوَائِدِ الشَّيْخِ عَلِيِّ الْأَجْهُورِيِّ رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى كَمَا فِي تَرْجَمَتِهِ بِـ خُلَاصَةِ الأَثَرِ: أَنَّ مَنْ قَرَأَ فِيْ آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبٍ وَالْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرِ أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهْ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهْ (خَمْسًا وَثَلَاثِيْنَ مَرَّةً) لَا تَنْقَطِعُ الدَّرَاهِمُ مِنْ يَدِهِ ذَلِكَ السَّنَةَ

Artinya: “Di antara faedah Syekh Ali Al-Ajhuri rahimahullah, sebagaimana tercantum dalam biografinya di kitab Khulasah Al-Atsar disebutkan bahwa: Sesungguhnya barang siapa di akhir Jumat Rajab, saat khatib berada di mimbar membaca: “Ahmadu Rasulullohi muhammadur rosulullohi (sebanyak 35 kali), maka dirham tidak akan putus dari tangannya pada tahun tersebut (selama setahun akan selalu memegang uang).” (Kanzun Najah Wa As-Surur [Beirut: Dar Al-Hawi], h 148)

Alhasil, Rajab dan hari Jumat merupakan dua waktu mulia yang dianugerahkan Allah SWT kepada umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Keutamaan hari Jumat yang di dalamnya terdapat waktu mustajab untuk berdoa semakin bernilai ketika bertepatan dengan Rajab, terlebih pada Jumat terakhirnya.

Amalan di Jumat terakhir Rajab sebagaimana dijelaskan oleh para ulama tersebut menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang diharapkan membawa keberkahan rezeki dan kecukupan hidup sepanjang tahun. Kendati demikian, amalan tersebut hendaknya dilandasi dengan keimanan yang tulus, niat yang ikhlas, serta diiringi usaha dan tawakal kepada Allah SWT.

Demikian amalan pada Jumat terakhir Rajab agar dikaruniai rezeki yang lancar sepanjang tahun. Semoga Allah senantiasa memberi kita taufik untuk menghidupkan waktu-waktu mulia dengan amal saleh dan mengabulkan setiap doa yang kita panjatkan. Amin. (hud/rls).

Leave A Reply

Your email address will not be published.