RISALAH NU ONLINE, JAKARTA — Refleksi dari buku Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah menjadi pengingat penting bahwa praktik child grooming kerap terjadi secara halus dan tidak disadari. Melalui pembelajaran tersebut, Lembaga Konseling Pelajar Putri (LKPP) Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) mengimbau remaja untuk memahami tanda-tanda awal grooming sebagai langkah utama pencegahan terhadap remaja putri.
Ketua LKPP IPPNU, Hazimatul Layyinah menyebutkan tanda-tanda tersebut yaknibsikap terlalu cepat akrab dan posesif, permintaan merahasiakan hubungan, pengalihan pembicaraan ke topik seksual, pemberian hadiah atau janji berlebihan, hingga permintaan foto, video, atau panggilan video pribadi.
“Melindungi diri bukan soal curiga berlebihan, tetapi soal pengetahuan yang benar. Kalau rekanita memahami ciri grooming, artinya rekanita memiliki perlindungan,” ujar Layyinah di Jakarta, Rabu, (21/01/26).
Ia menjelaskan bahwa pelaku grooming tidak datang dengan wajah menyeramkan, melainkan sering tampil sebagai sosok yang perhatian, suportif, dan membuat korban merasa istimewa. Pola ini membuat korban perlahan membangun kepercayaan dan ketergantungan emosional tanpa menyadari adanya manipulasi psikologis.
“Di buku Broken Strings, pelakunya nggak datang dengan wajah serem. Justru datang sebagai orang yang perhatian, baik, dan bikin kita ngerasa “paling dipahami”. Nah, ini yang bahaya,” kata Layyinah.
Ia menjelaskan, grooming merupakan proses bertahap yang dapat berlangsung dari hari hingga berbulan-bulan, dengan tujuan membuat korban patuh terhadap keinginan pelaku. Pola tersebut sejalan dengan temuan Calvete, Orue, dan Gámez-Guadix (2022) yang menyebut grooming sebagai bentuk manipulasi psikologis yang sistematis.
Meski demikian, Layyinah menegaskan bahwa praktik tersebut dapat dicegah. Berdasarkan hasil riset terhadap 856 remaja usia 11–17 tahun, edukasi singkat mengenai pengertian dan ciri-ciri grooming terbukti mampu menurunkan respons berisiko terhadap ajakan seksual daring serta meningkatkan kewaspadaan jangka panjang.
(Anisa)