RISALAH NU ONLINE, PURBALINGGA- Setiap malam Kamis Legi Ranting NU Cipawon, Bukateja, Purbalingga menggelar ngaji rutin selapanan di Masjid Nur Hidayah, kompleks MI NU 02 Cipawon.
Acara yang digelar Ba’da Sholat Isya berjamaah , acara dibuka sekitar jam 20.30 bersambung dengan pembacaan Tahlil oleh Kiai Syukron Makmun.
Sambutan oleh Kyai Idris Sururi ,Ketua Ranting NU Cipawon dalam kesempatan ngaji rutin mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur bisa mengikuti acara Ngaji Selapanan sehingga bisa membawa kemaslahatan dunia dan akhirat.
“Di jaman sekarang, Alhamdulillah masih berjamaah. Di dua hari terakhir, kita tengah dicoba , di sawah saja dengan keadaan sekarang sudah sambat. Ini membuktikan bahwa Alloh sedang menunjukan kekuatan Gusti Alloh. Bagi orang -orang beriman, kira tambah yakin dengan kekuatan Alloh SWT. Maka kita berusaha semakin mendekat ke para ulama untuk menjaga bumi.
Organisasi NU , itu seperti wadah. Seperti keluarga , ada bapak ,anak , ibu dll. Tanggung jawab , orang tua, mulai dari ibu Muslimat , anak perempuan Fatayat, punya adik IPPNU, anak Anshor, punya adik lagi IPNU. Itulah satu organisasi satu keluarga untuk membangun Akhlak serta Akidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah.
Sebentar lagi bulan Ramadan, mulai sekarang mari kita tanam amal sehingga di bulan Ramadan bisa panen.
Mudah-mudahan kita bisa dipertemukan kembali di bulan Ramadan kita persiapkan kegiatan Tarhim Ramadan ,” pungkas Kiai Idris.
Acara kemudian bersambung dengan Pengajian kitab Safinnatun Najah oleh Kiai Amin Sahidi.
Pada kesempatan ngaji selapanan, Kiai Amin Sahidi menyampaikan tentang peringatan Alloh perihal tentang kesulitan di dunia. “Tentang kesulitan dalam beramal di dunia, termasuk kesulitan dalam maksiat termasuk ketemu dengan balasan dari Alloh SWT. Akan bertemu dengan amal masing-masing, baik amal baik maupun maksiat.
“Siapa saja yang berbuat perkara bagus, akan bertemu dengan amal sendiri. Termasuk amal tidak baik akan bertemu dengan amal sendiri.
Di bulan Rajab untuk menanam, Syakban untuk ngerumat dah di bulan Ramadan untuk panen. Maka kita sareng-sareng untuk beramal yang baik,” kata Kiai Amin Sahidi.
Rasulullah SAW telah mengingatkab tentang hadist Abu Al Hudri. Ada lima golongan yang masuk surga.
“Golongan pertama adalah para wanita yang solehah , taat dengan suaminya.
Orang yang maksiat dengan Alloh SWT, tidak wajib untuk ditaati. Maka harus disesuaikan dengan kemampuan , dengan mencari keridhoan Alloh SWT,” jelas Kiai Amin.
Golongan kedua, sambung Kiai Amin, anak-anak yang taat dengan kedua orang tuanya. Ketaan dan kewajibannya, seperti mendoakan (mbagusi) , kedua shodaqoh dengan ganjaran untuk orang tua lewat tiap malam Jumat dengan (tahlilan dan yasinan). Ketiga dengan menyambungkan silaturahmi antar keluarganya dan meneruskan kembali persaudaraan sesama muslim.
“Golongan ketiga, yakni orang yang mati menuju ke Mekkah saat haji atau umrah,” tambah Kiai Amin.
“Golongan keempat, orang yang memiliki budi pekerti yang bagus.Contohnya , Rasulullah SAW sudah mengingatkan tentang kaum Adam ada 8 tingkat akhlak -akhlak ahli surga seperti (1) wajah yang sumeh/menyenangkan, bahagia (bungah/bombong), sumringah ; (2) lisan yang bagus; (3) tangan yang loman (mudah berbagi) karena dekat dengan Alloh SWT, manusia , dekat dengan surga dan jauh dari neraka; (4)hati yang takwa (untuk mencari Ridho Alloh SWT) dll,” tambah Kiai Amin.
“Golongan kelima Muadzin setiap mushola karena iman , untuk mencari Ridha Alloh SWT,” jelas Kiai Amin.
Lepas itu menyambung ngaji Kitab Safinah tentang waktu “diam” nya sholat ada 6, “(1)Setelah takbirotul ihram , untuk membedakan diamnya tersendiri setelah Takbir dan doa iftitah (adab / akidahnya (sah) nya sholat); (2) antara iftitah dan ta’awudz ; (3) antara Fatihah dan ta’awudz, seandainya jadi imam, setelah Fatihah , ta’awudz lirih ; (4) Antara Fatihah dan Amin ; (5) Antara bacaan Amin dan membaca Surah Qur’an; (6) antara bacaan Surah dan ruku, jangan disambung,” jelas Kiai Amin.
“Dengan menjalankan syarat, baiatnya untuk mencapai kesempurnaan sholat baik fardhu maupun Sunnah. Khususnya untuk tugas bagian Imam sholat, terutama untuk Subuh, Magrib ,Isya ada 4 diam ;(1) bada takbirotul Ikhram , diam untuk baca iftitah; (2) Seusai membaca Fatihah untuk diam sebentar sampai Amin ; (3) antara Amin, ada diam yang lama agar makmun membaca Fatihah ; (4) Setelah membaca Surah, diam sebentar sampai ruku (untuk memisahkan takbir dengan ruku),” jelas Kiai Amin.
Ditutup dengan sholawat penutup majelis dipimpin Kiai Amin Sahidi,”Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.
Arti: “Mahasuci Engkau ya Allah, segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu.”.
Acara Ngaji Selapan malam Kamis Legi diikuti jajaran pengurus Tanfidziyah NU Ranting Cipawon, Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU, IPPNU, Banser dan jam’iyah NU Cipawon. sekitar jam 22.00 acara berakhir. Untuk selapan yang akan datang di bulan Ramadhan di TPQ an Nahl yang dirangkai dengan tarawih keliling. (Aji Setiawan).