Tradisi Jelang Ramadhan, Do’a untuk Bapak Presiden Prabowo Subianto Hafidzahullah, Bangsa dan Perdamaian Dunia

0

‏Oleh: KH. Malik Mahboob Ahmad (Tokoh Masyarakat)

Umat muslim Indonesia penuh syukur dan semangat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan tahun 1447 H, 2026 M, berbagai ragam kegiatan sosial dan program keumatan jauh-jauh hari sudah dipersiapkan, mulai program bebersih masjid, musolla sampai menggelar dzikir dan do’a bersama.

Seperti yang dilakukan oleh keluarga besar Toko Alhamd Carpet Radio Dalam, salah satu toko istimewa nan berkah yang berada di kota Jakarta menggelar tradisi ”megengan” (kegiatan jelang puasa) dengan do’a dan khataman Al-Qur’an. Tradisi khataman Al-Qur’an telah menjadi rutinitas Toko Alhamd Carpet setiap bulannya dan bahkan hingga ratusan kali kegiatan doa, dzikir, tausiyah dari para alim ulama dan masyaikh Indonesia.

Dengan mengundang ratusan jamaah dari Majelis Ta’lim Daruttaqwa pimpinan Ustadzah Hamidah Hamid melakukan khatamul Qur’an dan do’a bersama untuk keselamatan bangsa. Terahir khataman diselenggarakan pada tanggal 17 Oktober 2025 lalu, dan bertepatan hari lahir Bapak Presiden RI Bapak Prabowo Subianto. Atas inisiatif Bapak Malik Mahboob, ratusan jamaah memanjatkan do’a, dan mengajak saudara sebangsa setanah air, agar mendoakan presiden, mendoakan bangsa serta mendoakan perdamaian dunia.

Inilah tradisi yang baik dalam umat Islam. Sebagai warga negara, kita memiliki kewajiban moral dan spiritual untuk mendoakan pemerintah (Presiden), bangsa, dan warga negara Indonesia, tanpa memandang suku, dan agama apa pun, sesuai dengan keyakinan masing-masing, Semoga kita semua senantiasa dilindungi dan diselamatkan dari segala musibah, bencana, wabah, bala’, serta hal-hal yang tidak kita inginkan.

Tradisi ini hendaknya juga dilakukan oleh para pemimpin di seluruh daerah tanpa kecuali, di setiap provinsi dan daerah, baik di tempat ibadah, lembaga pendidikan, maupun di kantor swasta dan pemerintah. Kegiatan ini dapat berupa munajat doa, istighotsah, dzikir, dan istighfar, sebagai ikhtiar spiritual bersama.

Sebab, doa pemimpin untuk rakyat, serta doa rakyat untuk pemimpinnya dan bagi negerinya, memiliki dampak yang sangat positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Semoga kerukunan dan persatuan bangsa Indonesia senantiasa terjaga, serta kemakmuran dan kesejahteraan dapat dirasakan dan dinikmati oleh seluruh elemen masyarakat, dari yang kecil hingga yang besar, dari pusat hingga ke pelosok-pelosok negeri.

Sebuah Usulan

Ada sebuah usulan, agar Bapak Presiden bersama jajaran pejabat pemerintah, mengajak para ulama, masyaikh, para profesor, serta keluarga para mantan Presiden dan Wakil Presiden, sebelum Ramadhan maupun di bulan suci Ramadhan, melakukan ibadah ke Tanah Suci (Makkah dan Madinah) untuk berdo’a khususnya perdamaian dunia, mendo’akan bangsa dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Semoga bangsa kita dijauhkan dari segala kesulitan, tantangan, serta kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan. Semoga Indonesia senantiasa selamat, aman, tenteram, makmur, dan sejahtera, serta benar-benar menjadi surga dunia, baladātun ṭayyibatun wa rabbun ghafūr.

Kepada para pemimpin negara, kami menyadari bahwa amanah yang dipikul adalah amanah yang sangat berat sekaligus sangat mulia. Semoga senantiasa diberikan kekuatan, taufik, dan hidayah, serta dimudahkan dalam setiap urusan untuk memajukan seluruh bangsa. Semoga Indonesia menjadi negara yang makmur dan sejahtera, serta benar-benar menjadi surga dunia bagi seluruh rakyatnya.

Mengingat sakralnya sebuah do’a, bahwa usulan-usulan dari penulis (H. Malik Mahboob Ahmad), kiranya tidak diabaikan, melainkan dapat dipertimbangkan dengan baik. Karena penulis bukan orang politik dan tidak memiliki maksud atau agenda tertentu. Hanya niat semata-mata tulus dan ikhlas demi kebaikan seluruh bangsa Indonesia.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman: “Ista’īnū biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh” (mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat). Oleh karena itu, kami berharap para pejabat dan pemimpin selalu rajin dan istiqamah dalam melaksanakan ibadah shalat, serta menjadikannya sebagai sumber kekuatan dalam menjalankan amanah.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran. Surat Al Baqarah (2) ayat 186.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَࣖ ۝٦٠

Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.” Surat Ghafir (40) ayat 60.

اَمَّنْ يُّجِيْبُ الْمُضْطَرَّ اِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوْۤءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاۤءَ الْاَرْضِۗ ءَاِلٰهٌ مَّعَ اللّٰهِۗ قَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَۗ ۝٦٢

Apakah (yang kamu sekutukan itu lebih baik ataukah) Zat yang mengabulkan (doa) orang yang berada dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, menghilangkan kesusahan, dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di bumi? Apakah ada tuhan (lain) bersama Allah? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat. Surat An Naml (27) ayat 62.

قُلْ مَا يَعْبَؤُا بِكُمْ رَبِّيْ لَوْلَا دُعَاۤؤُكُمْۚ فَقَدْ كَذَّبْتُمْ فَسَوْفَ يَكُوْنُ لِزَامًاࣖ ۝٧٧

Katakanlah (Nabi Muhammad kepada orang-orang musyrik), “Tuhanku tidak akan mengindahkanmu kalau tidak karena ibadahmu. Padahal, sungguh kamu telah mendustakan-Nya? Oleh karena itu, kelak (azab) pasti (menimpamu).” Surat Al-Furqan (25) ayat 77.

اِنْ تُبْدُوا الصَّدَقٰتِ فَنِعِمَّا هِيَۚ وَاِنْ تُخْفُوْهَا وَتُؤْتُوْهَا الْفُقَرَاۤءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۗ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِّنْ سَيِّاٰتِكُمْۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ ۝٢٧١

Jika kamu menampakkan sedekahmu, itu baik. (Akan tetapi,) jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, itu lebih baik bagimu. Allah akan menghapus sebagian kesalahanmu. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. Surah Al Baqoroh:271.

اِنَّ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمٰتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ وَالْقٰنِتِيْنَ وَالْقٰنِتٰتِ وَالصّٰدِقِيْنَ وَالصّٰدِقٰتِ وَالصّٰبِرِيْنَ وَالصّٰبِرٰتِ وَالْخٰشِعِيْنَ وَالْخٰشِعٰتِ وَالْمُتَصَدِّقِيْنَ وَالْمُتَصَدِّقٰتِ وَالصَّاۤىِٕمِيْنَ وَالصّٰۤىِٕمٰتِ وَالْحٰفِظِيْنَ فُرُوْجَهُمْ وَالْحٰفِظٰتِ وَالذّٰكِرِيْنَ اللّٰهَ كَثِيْرًا وَّالذّٰكِرٰتِ اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا ۝٣٥

Sesungguhnya muslim dan muslimat, mukmin dan mukminat, laki-laki dan perempuan yang taat, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan penyabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kemaluannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, untuk mereka Allah telah menyiapkan ampunan dan pahala yang besar. Surah Al Ahzab (33): 35.

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَادُوْا وَالنَّصٰرٰى وَالصَّابِــِٕيْنَ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۚ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ ۝٦٢

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang Sabiin, siapa saja (di antara mereka) yang beriman kepada Allah dan hari Akhir serta melakukan kebajikan (pasti) mendapat pahala dari Tuhannya, tidak ada rasa takut yang menimpa mereka dan mereka pun tidak bersedih hati. Surah Al Baqoroh: 62.

اَلَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً فَلَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۚ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ ۝٢٧٤

Orang-orang yang menginfakkan hartanya pada malam dan siang hari, baik secara rahasia maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak (pula) mereka bersedih. Surah Al Baqarah: 274.

اَلصّٰبِرِيْنَ وَالصّٰدِقِيْنَ وَالْقٰنِتِيْنَ وَالْمُنْفِقِيْنَ وَالْمُسْتَغْفِرِيْنَ بِالْاَسْحَارِ ۝١٧

(Juga) orang-orang yang sabar, benar, taat, dan berinfak, serta memohon ampunan pada akhir malam. Surah Ali Imran: 17.

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ ۝١٣٤

(yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. Surah Ali Imran: 134.

اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَۙ ۝٢٩

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an), menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi. Surah Al Fatir: 29

Rasulullah SAW bersabda:

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ}.

Nabi saw. bersabda, “Doa adalah murninya (otak atau pangkalnya) ibadah.” HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik.

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {إنَّ الله تَعَالَى يُحِبُّ الْمُلِحِّيْنَ فِى الدُّعَاءِ}.

Nabi saw. bersabda, “Tidak ada sesuatu pun yang lebih mulia di sisi Allah ta’ala dari pada doa.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ahmad, imam Al-Bukhari, imam At-Tirmidzi, imam An-Nasa’i dari sahabat Abu Hurairah r.a. dengan sanad-sanad yang shahih.

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {تَرْكُ الدُّعَاءِ مَعْصِيَةٌ}.

Nabi saw. bersabda, “Meninggalkan doa adalah maksiat.” Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menjelaskan periwayatnya.

Untuk Rakyat

Intinya, seluruh rakyat Indonesia pada umumnya, dan jajaran pemerintahan pada khususnya, hendaknya membiasakan doa khusus dalam setiap shalat dan ibadah untuk bangsa, negara, dan para pemimpin. Hal ini merupakan kewajiban moral dan spiritual kita bersama.

Doa, sedekah, dan istighfar adalah ikhtiar dan obat spiritual untuk memohon perlindungan Allah SWT dari berbagai bencana, musibah, dan tantangan. Semoga kita semua menyadari dan menjalankan kewajiban masing-masing dengan sebaik-baiknya.

Mengutip perkataan dari Ustazah Hamidah Hamid, ”Memohon kepada seluruh ulama dan kiyai agar dapat memberikan contoh dan teladan yang baik dalam penyebutan bapak Presiden. Yaitu, mohon kiranya tidak menyebut nama Bapak Presiden hanya dengan nama “Prabowo”, melainkan selalu memanggil beliau dengan panggilan yang penuh hormat, seperti “Bapak Presiden” atau “Bapak Prabowo”, serta disertai kalimat doa Hafidzahullāh. Status Bapak Presiden, tanpa memandang usia muda atau tua, adalah sebagai Bapak bagi bangsa ini”.

Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita menyebut nama beliau dengan penuh adab dan hormat, serta mendoakan beliau, sebagaimana kita mendoakan orang tua kita sendiri. Hal tersebut juga merupakan kewajiban kita bersama. (*).

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.