RISALAH NU ONLINE, KOREA SELATAN – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Korea Selatan menggelar Konferensi Cabang Istimewa (Konfercabis) di kantor sekretariat setempat, Selasa (17/2/2026). Forum ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus penegasan arah perjuangan organisasi dalam merawat khidmah NU di tengah diaspora Indonesia.
Kegiatan dibuka dengan lantunan shalawat oleh grup Syubbanul Wathon yang berkolaborasi bersama para dai Ramadhan. Nuansa religius kian terasa saat hadirin bersama-sama membaca Surah al-Fatihah, disusul menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Ya Lal Wathon yang menggema memenuhi ruangan.
Ketua Tanfidziyah PCINU Korea Selatan, KH Kusnul Anshori, dalam sambutannya menyampaikan penghormatan kepada perwakilan PBNU, Prof. KH. Rumadi Ahmad, perwakilan Kedutaan Besar RI di Seoul, Rois Syuriah PCINU KH Ulin Nuha, serta seluruh jajaran pengurus dan warga NU setempat.
Ia mengapresiasi konsistensi Syubbanul Wathon dalam menghidupkan berbagai agenda PCINU melalui lantunan shalawat, termasuk kontribusi penyediaan perangkat tata suara secara mandiri. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada ketua panitia Konfercabis dan seluruh tim yang dinilai telah bekerja penuh dedikasi.

Dalam arahannya, KH Kusnul menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan sebagai bagian dari kaderisasi NU. Ia mengajak seluruh pengurus untuk tetap berpegang pada prinsip menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih maslahat. Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan selama masa khidmahnya.
Rois Syuriah PCINU Korea Selatan, KH Ulin Nuha, mengingatkan generasi muda NU agar tidak pasif dalam organisasi. Menurutnya, momentum Konfercabis harus dimanfaatkan untuk memperkuat partisipasi kader muda dalam kepengurusan dan pelayanan umat. Ia juga mendoakan para dai Ramadhan agar diberi kelancaran dalam menjalankan tugas dakwah.
KH Ulin mengapresiasi soliditas Tanfidziyah dan Syuriah yang selama ini terjalin harmonis. Ia berharap ke depan terjadi regenerasi kepemimpinan, termasuk di jajaran Syuriah, setelah dirinya menjabat selama tiga periode. Selain itu, ia menekankan pentingnya pendataan warga NU di Korea Selatan, termasuk kepemilikan Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) sebagai identitas resmi organisasi.
Perwakilan KBRI Seoul, Dedi Suprapto selaku Atase Ketenagakerjaan, menyampaikan dukungan atas terselenggaranya Konfercabis. Ia berharap forum tersebut melahirkan kader-kader amanah yang mampu memperkuat peran NU sebagai representasi Islam Indonesia yang moderat dan ramah di Korea Selatan.
Sementara itu, Prof. KH Rumadi Ahmad menyampaikan salam dari Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, yang berhalangan hadir. Ia menilai PCINU Korea Selatan sebagai salah satu cabang istimewa yang berjalan baik di antara puluhan PCINU di berbagai negara.
Ia menegaskan bahwa Konfercabis bukan sekadar agenda rutin, melainkan mandat strategis untuk merumuskan rekomendasi bagi Muktamar NU mendatang, termasuk peta jalan PCINU dalam 25 tahun ke depan. Mengutip pesan KH. Hasyim Asy’ari, ia menekankan bahwa NU dibangun di atas fondasi kasih sayang, persatuan, dan pengorbanan lahir batin.
Konferensi ditutup dengan pembacaan al-Fatihah, dilanjutkan sidang pleno serta penyampaian laporan pertanggungjawaban sesuai tata aturan organisasi. Forum tersebut menjadi tonggak penting bagi kesinambungan kepemimpinan dan penguatan khidmah NU di Korea Selatan. (Khoeron).