Perkuat Ukhuwah Serumpun Melalui Seni, Dai NU Worldwide dan PCINU Malaysia Hadiri Semarak Syawal Malaysia – Indonesia
RISALAH NU ONLINE, KUALA LUMPUR – Dalam upaya memperkuat ukhuwah serumpun dan diplomasi budaya, dan para da’i dari NU Worldwide LD PBNU bersama Ketua PCINU Malaysia menghadiri undangan “Penyatuan Seni dan Budaya dan Lintas Dagang Semarak Syawal Malaysia–Indonesia 2026”.
Kegiatan di persembahkan oleh Perkumpulan Andalan Nahdliyyin UMKM Indonesia DKI Jakarta, yang di Ketuai oleh Ibu Nelly Hasan dan pertubuhan Pusat Perpaduan Global Malaysia Kuala Lumpur (MYGUCKL) yang diketuai oleh Pengerusi MYGUCKL, Ts. Dr. Siti Saidatul Azween binti Ismail.
Program ini menampilkan beragam seni dan budaya tradisional dari kedua negara. Acara yang penuh warna ini menjadi wahana strategis untuk menjalin pertukaran budaya, mempererat persaudaraan, dan membuka peluang kolaborasi lintas negara.
Acara ini turut dihadiri oleh Puan Nurwati @ Rahimah binti Abdul Wahab, Pengarah Jabatan Kebudayaan dan Kesenian Negara (JKKN) Kuala Lumpur, pegawai kanan kerajaan Malaysia yang berpengalaman dalam bidang kebudayaan dan kesenian. Puan Nurwati menekankan pentingnya seni dan budaya sebagai medium soft diplomacy untuk memperkuat hubungan antarbangsa.
“Seni dan budaya bukan sekadar hiburan, tapi jembatan yang menghubungkan hati dan pemahaman antarbangsa. Pertukaran budaya ini dapat memperkuat ukhuwah serumpun kita,” ujar Puan Nurwati di hadapan ratusan peserta dan seniman muda dari kedua negara, Kamis (5/03/2026).
Beliau juga memberikan motivasi kepada generasi muda dan pelaku seni untuk terus mengasah bakat, memahami sejarah budaya, serta memanfaatkan panggung internasional sebagai sarana pengembangan diri.
“Generasi muda adalah pewaris budaya. Dengan kreativitas dan pemahaman yang baik, kita bisa menunjukkan wajah positif bangsa kita di mata dunia,” tambahnya.
Para peserta terlihat antusias menyaksikan penampilan seni tradisional, mulai dari tari-tarian khas Melayu, musik gamelan, hingga persembahan budaya Nusantara dari Indonesia. Interaksi dan kolaborasi antar seniman menimbulkan atmosfer hangat yang mencerminkan semangat persaudaraan serumpun.
Acara “Penyatuan Seni & Budaya dan Lintas Dagang Semarak Syawal Malaysia–Indonesia 2026” ini diharapkan menjadi platform berkelanjutan untuk pertukaran budaya, pengembangan bakat, dan diplomasi lembut antar bangsa. Kehadiran dai NU dan PCINU Malaysia menegaskan komitmen untuk memadukan dakwah dengan budaya, menjadikan seni sebagai jembatan ukhuwah serumpun di tingkat regional maupun internasional.
(Kontributor: Achmad Muhajir)