Harlah ke-72 IPNU: Wamen Dikdasmen Tekankan Kolaborasi Semesta Pendidikan Bermutu

0

RISALAH NU ONLINE JAKARTA – Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) menggelar acara Iftar Jami’ bersama ribuan pelajar se-DKI Jakarta dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah), ke-72 IPNU di Jakarta, Jum’at (6/3/2026).

Momentum ini menjadi ajang penguatan sinergi antara organisasi pelajar dengan pemerintah untuk mewujudkan kualitas pendidikan nasional yang lebih merata.

Hadir dalam agenda tersebut Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen), Prof. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D., didampingi Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si., serta Direktur Pengelolaan Pemeriksaan 6, Suwandi. Kehadiran jajaran pejabat negara ini disambut langsung oleh Ketua Umum PP IPNU Muhammad Agil Nuruz Zaman beserta jajaran pimpinan pusat dan wilayah IPNU-IPPNU se-DKI Jakarta.

Dalam orasi pendidikannya, Wamen Dikdasmen Prof. Atip Latipulhayat menegaskan bahwa tugas utama kementerian adalah mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanah konstitusi. Ia menjelaskan perubahan istilah dari “pengajaran” menjadi “pendidikan” mengandung makna yang lebih luas, yakni melahirkan generasi cerdas dan kuat, bukan sekadar transfer ilmu.

Prof. Atip menyoroti bahwa meski akses pendidikan saat ini sudah mencapai 100 persen, tantangan besar yang tersisa adalah menghadirkan pendidikan yang bermutu.

“Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemendikdasmen kini tengah memacu program strategis berupa digitalisasi dan revitalisasi sarana pendidikan,” ujarnya.

Prof. Atip mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi sekolah yang puluhan tahun tidak tersentuh perbaikan, bahkan masih ada yang berlantai tanah. Pemerintah menargetkan perbaikan pada sekitar 400.000 sarana pendidikan, termasuk sekolah di bawah naungan Nahdlatul Ulama, dengan skema swakelola agar lebih efisien.

“Tahun lalu, sebanyak 16.172 sarana telah rampung diperbaiki, beriringan dengan penyaluran teknologi papan interaktif digital ke 288.000 satuan pendidikan,” ungkapnya.

Wamen Dikdasmen juga menekankan pentingnya “Partisipasi Semesta,” di mana IPNU sebagai organisasi otonom NU diharapkan mengambil peran aktif dalam pilar pendidikan tersebut. Menurutnya, fasilitas yang memadai dan pemanfaatan teknologi adalah kunci untuk menghasilkan output pendidikan yang berkualitas tinggi.

Sementara itu, Ketua Umum PP IPNU Muhammad Agil Nuruz Zaman menyampaikan bahwa selama 72 tahun, IPNU terus berupaya menghapus kesenjangan antara pendidikan pesantren dan umum. Ia menegaskan bahwa IPNU selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan pemerintah demi kemajuan pelajar.

Kolaborasi antara PP IPNU, Kemendikdasmen, dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta ini telah memasuki tahun kedua dan diharapkan terus berlanjut sebagai fondasi pembangunan karakter pelajar di masa depan.

(Delia)

Leave A Reply

Your email address will not be published.