RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Keluarga besar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menggelar silaturahmi Halal Bihalal di Aula PWNU II DKI Jakarta pada Sabtu (11/04/2026). Acara ini menjadi momentum penting bagi keluarga NU DKI Jakarta karena dihadiri langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), serta jajaran pimpinan wilayah.
Dalam arahan strategisnya, Ketua Umum PBNU Gus Yahya memberikan penekanan khusus pada penguatan manajemen organisasi. Beliau mengingatkan bahwa NU harus bergerak secara koheren dan disiplin dalam satu komando untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Kita harus memastikan bahwa seluruh struktur, dari wilayah hingga anak ranting, bergerak dalam satu visi yang selaras dengan PBNU. Kedisiplinan organisasi adalah kunci agar program-program kemaslahatan umat dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” ujar Gus Yahya dalam sambutannya.
Senada dengan semangat konsolidasi tersebut, Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta, KH Samsul Ma’arif, menyampaikan pernyataan penting terkait peran strategis Jakarta di masa depan. Beliau menegaskan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia NU Jakarta untuk menyongsong agenda besar organisasi di tingkat nasional.
Dalam sambutannya, KH Samsul Ma’arif secara terbuka menyatakan bahwa PWNU DKI Jakarta siap mengemban tanggung jawab besar sebagai pelaksana pertemuan tertinggi organisasi tersebut.
“PWNU DKI Jakarta menyatakan kesiapannya jika diberikan amanah untuk menjadi panitia maupun tuan rumah Muktamar NU mendatang. Dengan segala fasilitas dan sumber daya yang kami miliki di ibu kota, kami siap menyukseskan agenda besar tersebut demi kejayaan Nahdlatul Ulama,” tegas KH Samsul Ma’arif.
Pernyataan ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para peserta yang hadir, menandakan kesolidan warga NU Jakarta dalam mendukung kepemimpinan PBNU. Kehadiran tokoh-tokoh dari berbagai Badan Otonom (Banom) dan Lembaga NU memperkuat pesan bahwa Jakarta tetap menjadi barometer kerukunan dan kemajuan dakwah Nahdliyin di Ibu Kota.
(Delia)