RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Pengamat Kepolisian, Mohammad Dawam yang juga anggota Kompolnas RI periode 2020-2024 mencermati informasi yang terus berkembang, atas kejadian penembakan aparat penegak hukum pada saat melakukan tugas melakukan penggerebekan judi sabung Ayam di Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung pada Senin, 17/03/2025 lalu.
Menurutnya, ada beberapa catatan penting sebagai berikut, pihaknya sangat perihatin dan menyampaikan bela sungkawa kepada 3 korban penembakan Anggota Polri. ”Semoga mereka mendapat tempat yang mulia dan husnul khotimah,amin,” ujarnya kepada pers di Jakarta, Senin (24/03).
Catatan selanjutnya, kata Mohammad Dawam, fakta bahwa telah terjadi penembakan oleh oknum TNI kepada aparat penegak hukum dari Anggota Polri. ”Oleh karenanya kasus ini janganlah dijadikan isu kesalahan kelembagaan. Sebab perilaku judi sabung ayam dan penembakan terhadap aparat penegak hukum murni pidana yang dilakukan oleh individu secara personal yang harus dipertanggungjawabkan secara hukum yang berlaku di negeri ini. Sementara kasus hukum ini bukanlah mewakili kesalahan kebijakan Institusi, maka janganlah mengorbankan dua Institusi terhormat sekaligus yakni TNI-Polri dalam proses hukum yang sedang berjalan ini,” ungkapnya.
Agar aparat penegak hukum lebih fokus mencari kebenaran materiil atas tindak pidana yang sedang terjadi yaitu Tindak Pidana Judi Sabung Ayam dan Penembakan kepada Aparat Penegak Hukum yang sedang menjalankan fungsi penegakan hukum secara transparan, akuntabel dan berkeadilan bagi semuanya.
“Terkait informasi yang beredar bahwa ada dugaan terjadi setor-menyetor sejumlah uang oleh pengelola judi sabung ayam kepada oknum Kepolisian ditingkat Polsek maupun kepada pihak-pihak lain yang terlibat, perlu didalami lebih lanjut atas kebenarannya oleh Pihak yang berwenang di masing-masing Institusi sebagai bentuk langkah korektif secara internal yang dilakukan secara tuntas dengan memberikan sanksi kepada oknum yang terlibat untuk memperbaiki Institusi secara Kelembagaan, dan jika tidak terbukti atas pelanggarannya agar diberikan hak-hak hukumnya secara proporsional,” jelasnya.
Ia menghimbau agar publik terus mengawal kasus hukum ini sampai ke Pengadilan secara transparan, akuntabel, dan berkeadilan, supaya ada efek positif bagi penegakan hukum judi sabung ayam dan penembakan terhadap Aparat Penegak Hukum yang sedang menjalankan tugas-tugas negara kedepan lebih dapat terlindungi dengan baik.
”Hikmah dari peristiwa ini, mendorong agar Polri terus melengkapi Body Camera dan/atau alat sarana penunjang kelengkapan lainnya dalam rangka melindungi keamanan bagi setiap Anggota Polri yang sedang menjalankan tugas-tugas kenegaraan tertentu saat dilapangan,” ujarnya.
”Menghimbau kepada semua pihak agar tetap menahan diri agar tidak memperkeruh suasana dalam proses penegakan hukum yang sedang berjalan baik hukum etik maupun hukum pidana oleh semua yang terlibat didalamnya,” tambah Gus Dawam.
Ia berharap, di bulan Ramadhan yang mulia ini agar bangsa Indonesia diberikan kekuatan lahir batin dalam seluruh proses penegakkan hukum–terkhusus kasus hukum ini–dengan seadil-adilnya, dapat menjadi edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas atas urgensinya penegakan hukum pada kasus judi sabung ayam dan penembakan Aparat Penegak Hukum serta dalam proses hukum ini agar segera dapat kepastian hukum diantara semua pihak.
”Proses hukum etik dan hukum pidana bagi oknum-oknum yang terlibat agar terus berjalan dengan senantiasa meningkatkan sinergitas dan koordinasi kelembagaan terkhusus oleh TNI-Polri agar mendapat citra positif ditengah-tengah masyarakat atas kehadiran negara ditengah-tengah masyarakat secara luas,” pungkasnya. (md).