PBNU Segera Menggelar Muktamar, Pastikan Organisasi Normal

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan segera melaksanakan Rapat Pleno atau Muktamar NU dalan waktu secepatnya. Pasalnya, untuk memastikan berjalannya roda organisasi secara normal.

Demikian diantara poin keterangan pers yang di tandatangani manual oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar pada Sabtu 29 November 2025.

Selain menegaskan status Ketua Umum PBNU Gus Yahya dan Kepemimpinan PBNU sepenuhnya berada di tangan Rais Aam.

Kiai Miftach juga mencermati dinamika di masyarakat, termasuk berbagai informasi dan opini di media arus utama dan media sosial. “Kami memberikan perhatian secara khusus,” ujarnya dalam keterangan pers yang beredar luas.

Selanjutnya, untuk mendapatkan kesahihan dari berbagai informasi tersebut, pihaknya akan

menugaskan Tim Pencari Fakta untuk melakukan investigasi secara utuh dan mendalam terhadap berbagai informasi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.

“Wakil Rais Aam PBNU KH. Anwar Iskandar dan KH. Afifuddin Muhajir akan menjadi Pengarah dalam Tim Pencari Fakta dimaksud,” tutur Kiai Miftach.

Untuk memastikan Tim Pencari Fakta dapat menjalankan tugas dengan baik, maka khusus impiementasi Digdaya Persuratan Tingkat PBNU ditangguhkan sampai dengan selesainya proses investigasi.

“Sedangkan implementasi Digdaya Persuratan Tingkat PWNU dan PCNU tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya,” urainya.

Bahwa sesuai dengan nilai-nilai Khittah Nahdlatul Ülama, menjadi sangat penting bagi semua pihak untuk mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi, serta meluhurkan kemuliaan moral (al-akhlaq al-karimah), dan menjunjung tinggi kejujuran (ash-shidqu) dalam berfikir, bersikap dan bertindak.

“Sebagai bagian dari ikhtiar batiniah, kami mengajak semua warga Nahdlatul Ulama untuk

bermunajat kepada Allah SWT dengan harapan agar segera diberikan jalan keluar yang terbaik dan paling maslahat bagi Jam’iyah Nahdlatul Ulama,” demikian penjelasannya untuk dijadikan pedoman bersama.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU Gus Yahya menekankan bahwa kegaduhan yang muncul tidak boleh menghentikan fokus organisasi terhadap pelayanan umat dan program jangka panjang.

“Di tengah berbagai macam masalah termasuk keributan yang saat ini sedang dialami, roda organisasi tidak boleh berhenti. Semua tugas dan pekerjaan harus tetap dijalankan, tanpa terpengaruh oleh keributan,” tegasnya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (26/11/2025).

Salah satu program yang tengah dipersiapkan adalah International Halal Hub, yang disebut menjadi langkah strategis PBNU dalam memperkuat ekosistem ekonomi halal Indonesia di level global.

“Inisiatif International Halal Hub yang berbasis di NU, insyaAllah tadi sudah kami paparkan kepada para pimpinan PWNU yang hadir. Insya Allah akan kami laksanakan,” kata Gus Yahya.

Persiapan halal hub ini dilakukan pasca rangkaian peringatan satu abad NU versi Masehi, termasuk kirab napak tilas jejak Kiai As’ad dan agenda lintas negara.

“Dulu tahun 2023, kita peringati satu abad NU menurut hijriah. Dan Januari tahun depan ini, memperingati satu abad NU menurut kalender Masehi,” katanya sebelumnya.

Dalam forum yang sama, sejumlah PWNU dari berbagai provinsi menyatakan bahwa dinamika belakangan ini tidak boleh mengganggu fokus NU dalam mengabdi kepada umat. Mereka memastikan seluruh kegiatan wilayah tetap berjalan sambil menyerukan pendinginan suasana melalui islah.

“Sebagai pengurus wilayah, (kami) siap mendukung dan bersinergi pelaksanaan kegiatan yang akan datang,” ujar salah satu Pengurus Wilayah NU Nusa Tenggara Timur.

(Anisa).

Leave A Reply

Your email address will not be published.