RISALAH NU ONLINE – NU Scholarship menggelar sosialisasi Program BEST NU (Beasiswa STEM untuk Talenta NU) di lingkungan pesantren sebagai upaya memperkuat kualitas dan daya saing generasi muda Nahdlatul Ulama.
Kegiatan yang merupakan hasil kerja sama PBNU dan BAZNAS RI ini dilaksanakan selama dua hari, masing-masing di Pesantren Mahasina Darul Qur’an Wal Hadist, Bekasi, Selasa (13/1/2026), dan Pesantren Al-Hamidiah, Depok, Rabu (14/1/2026), dengan melibatkan sekitar 100 santri kelas XII MA/SMA/SMK sederajat di setiap pesantren.
Program BEST NU merupakan program pendampingan intensif selama enam bulan yang ditujukan bagi siswa tingkat akhir untuk mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan tinggi di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Melalui program ini, NU Scholarship ingin memastikan bahwa santri memiliki kesiapan akademik, karakter kepemimpinan, serta daya saing untuk memasuki dunia pendidikan tinggi dan profesi strategis berbasis STEM.
Direktur NU Scholarship, Muhammad Syauqilah, dalam paparannya menyampaikan bahwa pesantren memiliki potensi besar dalam melahirkan talenta unggul di bidang sains dan teknologi. Menurutnya, santri perlu mendapatkan akses informasi dan pendampingan yang memadai agar mampu bersaing dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
“BEST NU hadir sebagai ikhtiar strategis NU untuk membuka jalan bagi santri agar berani bermimpi besar dan mengambil peran di bidang-bidang strategis, khususnya STEM, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan ke-NU-an,” ujarnya.
Selain pemaparan program dan penjelasan teknis pendaftaran, kegiatan sosialisasi ini juga diisi dengan motivasi untuk santri agar melanjutkan jenjang ke perguruan tinggi. Melalui sharing session ini, para santri mendapatkan gambaran nyata mengenai proses persiapan studi, tantangan, serta peluang melanjutkan pendidikan hingga ke tingkat global.
Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab berlangsung antusias, menunjukkan tingginya minat santri terhadap Program BEST NU dan peluang studi di bidang STEM. Melalui kegiatan ini, NU Scholarship berharap dapat menjaring calon pendaftar potensial sekaligus menumbuhkan motivasi santri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan oleh NU Scholarship bekerja sama dengan pesantren mitra sebagai bagian dari upaya memperluas akses beasiswa dan pengembangan talenta NU secara inklusif dan berkelanjutan.
Sehubungan dengan sosialisasi program ini, Pengasuh Pesantren Mahasina, Hajah Badriyah Fayumi mengapresiasi dan menyambut baik serta berharap kegiatan ini menjadi pelecut bagi para santri untuk menempuh pendidikan lanjutan. “Selama ini, Pesantren Mahasina sudah meluluskan 5 angkatan dan hampir keseluruhan angkatan lulus PTKIN bagi yang mendaftar, dengan sosialisasi ini harapannya para santri lebih bersemangat dan bersungguh-sungguh mengejar impian,” imbuh alumni Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir ini.
Senada juga disampaikan, Wakil Pengasuh Pesantren Alhamidiyah, Depok, KH Abdul Rasyid Maharly, dengan ramah Kiai yang tawadhu ini menyambut tim NU Scholarship dan antusias dengan program yang ada. “Kami senang sekali ada program BEST NU ini, dan mengharapkan bisa bermanfaat untuk persiapan menuju perguruan tinggi santri kami. Karena mereka memang mayoritas ingin meneruskan jurusan STEM di universitas favorit di Indonesia,” pungkas pria yang pernah menimba ilmu di Irak ini.
(Anisa)