RISALAH NU ONLINE, TAIWAN – Enam da’i dari Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) memfokuskan materi dakwah Ramadhan di Taiwan pada penguatan akidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) serta pemberian solusi atas persoalan fikih minoritas yang dihadapi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Materi tersebut menjadi prioritas utama dalam Safari Dakwah Ramadhan yang berlangsung hingga 24 Maret 2026.
Salah satu da’i LD PBNU, Ustadz M. Zainut Thalibin, menjelaskan bahwa dakwah difokuskan untuk membantu PMI menghadapi tantangan keagamaan di lingkungan kerja.
“Misalnya tempat bekerja tidak bisa terlepas dari anjing ataupun bahan babi, kemudian di tempat kerja para pekerja tidak ada waktu luang untuk melaksanakan shalat, nah tugas kita memberikan solusi terkait beberapa problem tersebut,” ujar Ustadz Zainut kepada Risalah NU pada Rabu, (18/02/26).
Selain itu, para dai juga akan memperkuat pemahaman keislaman warga Nahdliyin melalui kajian kitab kuning dan kajian tematik.
“Namun selain terkait problem itu, kita para dai bertugas menyampaikan dakwah keislaman dan penguatan Aswaja bagi pengurus-pengurus NU dan majelis taklim lingkungan NU dengan kajian-kajian kitab kuning dan kajian tematik,” lanjutnya.
Kedatangan enam dai LD PBNU tersebut merupakan bagian dari program Safari Dakwah Ramadhan bekerja sama dengan PCINU Taiwan dan didukung oleh BAZNAS. Mereka tiba di Taiwan pada Senin (16/2/2026) dan disambut oleh jajaran pengurus PCINU Taiwan sebagai upaya memperkuat layanan keagamaan bagi ratusan ribu PMI.
Ketua Lembaga Dakwah PCINU Taiwan, Gus Harun Ismail, menyampaikan bahwa mayoritas PMI di Taiwan merupakan warga Nahdliyin, sehingga membutuhkan penguatan keagamaan yang berkelanjutan.
“Kami sangat senang atas kedatangan para dai ini. Semoga menjadi semangat baru dalam berkhidmah dan memperkuat layanan dakwah bagi masyarakat Indonesia di Taiwan,” katanya.
Ia menambahkan, “Materi dakwah diarahkan pada penguatan iman, fikih aqalliyah, serta penguatan Aswaja di kalangan warga NU di Taiwan.”
(Anisa)