RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Di tengah peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan 1447 H (10/3/2026) Malam, Prof. Quraish Shihab menyampaikan pesan keadilan dalam suatu kepemimpinan dengan mengutip prinsip Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq di hadapan Presiden dan Wakil Presiden.
Dalam uraiannya, Prof. Quraish menekankan bahwa keadilan sejati adalah ketika seorang pemimpin mampu membalik logika kekuatan dunia demi kebenaran. Beliau mengingatkan bahwa posisi pemimpin bukan untuk melindungi yang kuat, melainkan untuk menjadi perisai bagi yang lemah.
“Yang kuat di antara kamu adalah lemah di sisiku sampai aku mengambil hak orang lain yang diambilnya. Dan yang lemah adalah kuat di sisiku sampai aku mengembalikan haknya kepadanya,” ujar Prof. Quraish mengutip pidato pelantikan Abu Bakar.
Pesan ini menjadi penegasan bahwa di mata hukum dan negara, rakyat kecil yang berada di pihak yang benar harus mendapatkan kekuatan penuh dari seorang pemimpin untuk mendapatkan hak-hak mereka.
Merespon pesan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa definisi keadilan yang disampaikan Prof. Quraish memberikan pencerahan besar baginya dalam menjalankan mandat rakyat.
“Yang sangat besar artinya bagi saya adalah pencerahan beliau tentang keadilan. Bahwa kekuasaan diberi sebagai penugasan untuk membela kebenaran dan melindungi rakyat,” kata Presiden.
Ia menambahkan bahwa prinsip ini akan menjadi landasan utama dalam upayanya memberantas korupsi dan memastikan tidak ada rakyat Indonesia yang terlantar atau haknya dirampas oleh mereka yang merasa kuat secara ekonomi maupun politik.
(Anisa)