Rektor Universitas Uskudar Ungkap Peran Vital Iman sebagai Perisai Medis Hadapi Depresi

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Pendiri NP Hospital Istanbul sekaligus Rektor Universitas Uskudar, Prof. Dr. Nevzat Tarhan menilai kedalaman iman seseorang menjadi faktor krusial dalam pencegahan penyakit depresi di tengah kompleksitas kehidupan modern.

Beliau menjelaskan bahwa kesehatan mental seseorang sangat dipengaruhi oleh kualitas imannya. Terdapat perbedaan signifikan antara iman yang hanya sekadar ikut-ikutan (taklidi) dengan iman yang didasarkan pada pencarian kebenaran (tahqiqi). Iman jenis kedua inilah yang disebut mampu menjaga kesehatan ruh manusia.

“Pengaruh iman dalam diri manusia itu sebenarnya melindungi manusia dari depresi, fungsinya sebagai pencegahan atau preventif. Orang yang memiliki hubungan dengan Allah, yang hatinya terikat dengan Allah, itu tidak akan mudah kena depresi,” ujar Prof. Dr. Nevzat Tarhan dalam sebuah dialog publik bertajuk “Between Brain and Soul” yang digelar di Masjid Istiqlal pada Jumat, (3/4/26).

Namun, psikiatri asal Turki tersebut mengklarifikasi bahwa secara medis depresi adalah sebuah penyakit otak yang melibatkan ketidakseimbangan zat kimia seperti serotonin dan dopamin. Ketika seseorang sudah berada dalam fase depresi klinis, kondisi otaknya harus diperbaiki terlebih dahulu melalui bantuan medis sebelum nilai-nilai spiritualitas dapat bekerja secara efektif dalam proses pemulihan.

“Depresi itu sebuah penyakit otak. Ketika sistem otak seseorang rusak atau kimianya rusak, harus diperbaiki dulu. Jadi kalau orang sudah masuk ke fase depresi, itu harus diobati secara medis. Kimia di otaknya, seperti serotonin dan dopaminnya, harus diseimbangkan dulu,” jelasnya lebih lanjut.

Beliau menjelaskan setelah keadaan otaknya diperbaiki dengan obat, baru iman itu berpengaruh lewat psikoterapi generasi ketiga untuk mengatasi trauma. Dengan psikologi positif, seseorang dapat mencari makna hidup.

“Mengutip Jalaluddin Rumi, beliau bilang hidup ini perjalanan. Kalau kita tahu dunia ini cuma tempat ujian, kita tidak akan takut lagi. Pemahaman ini kasih ketenangan luar biasa, jadi orang tidak akan takut menghadapi musibah, bahkan tidak takut menghadapi kematian,” pungkasnya.

(Anisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.