Pondok Pesantren (PP) Al Murozza, yang beralamat di Gg. Swadawa 2, Blok C No.1, RT.05/RW.09, Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat didirikan oleh pasangan KH. Asrori Adnan dan Ny. Hj. Azizatuzzahro pada tanggal 14 Sya’ban 1432 H / 4 Juli 2012.
KH. Drs M. Asrori Adnan merupakan Putra dari seorang Kyai yang bernama KH. Adnan Bin Juremi dari Istri Ny. Tuminah yang tinggal disebuah desa bernama Kedung Pakem Kec. Cluring Kab. Banyuwangi, beliau semasa perjuangan kemerdekaan menjadi pemimpin pergerakan Pasukan Hisbulloh di Desa Kedung Pakem.
Sedangkan Ny. Hj. Azizatuzzahro merupakan Putri dari KH. Muhyiddin Abdul Ghani bin KH. Abdul Ghani dengan Ny. Hj. Muniroh binti KH. Askandar bin KH. Iskam dari Istri bernama Ny. Musyrifah PP Manbaul Ulum Berasan Muncar Banyuwangi.
KH. Drs M. Asrori Adnan merupakan Alumni dari PP Manbaul Ulum Berasan Muncar Banyuwangi Pimpinan KH. Askandar bin KH. Iskam pada tahun 1979 M, beliau semasa mondok merupakan teman dekat dari KH. Abdul Hamid Askandar dan murid kesayangan dari KH. Imam Baidlowi. Selain mondok KH. Drs M. Asrori Adnan juga dipercaya untuk mengajar Seni membaca Al Qur’an (Qori’) dan Guru Bahasa Indonesia.
KH. Drs M. Asrori Adnan lulus sebagai sarjana muda di IAIN Syarif Hidayatulloh Jakarta pada tahun 1987. Sejak muda hingga wafat beliau aktif Berdakwah juga dalam berbagai kegiatan dan perjuangan organisasi ke NU an, di akhir masa hidupnya beliau terakhir sebagai Mustasyar MWC NU Kec. Tapos dan PC NU Kota Depok,
Selain di NU beliau juga aktif dalam kegiatan Majlis Ulama Indonesia (MUI) kecamatan Tapos dan Kota Depok. Sejak tahun 1997 KH. Drs M. Asrori Adnan Istiqomah dalam merawat dan memperjuangan anak Yatim, Yatim Piatu dan Dhuafa hingga akhir hayatnya, dengan rutin menyelenggarakan santunan, pembagian Qurban dan menyekolahkan mereka bagi yang mau untuk menimba Ilmu di Pondok Pesantren dan lainnya yang diberikan kepada mereka hingga mereka besar dapat hidup dengan mandiri.
Sistem Pendidikan
Pondok Pesantren Al Murozza menerapkan sistem pendidikan terpadu antara modern dan salaf. Selain itu, Pondok mewajibkan pembiasaan berbahasa Arab dan Inggris dalam kehidupan santri sehari-hari. Santri baru diizinkan menggunakan bahasa Indonesia selama masa adaptasi 6 bulan. Dan penggunaan bahasa daerah dilarang keras di lingkungan Pondok.
Jenjang pendidikan formal dan Informal:
- Jenjang pendidikan formal yang tersedia dimulai dari Madrasah Tsanawiyah (MTS) hingga Madrasah Aliyah (MA).
- Pendidikan Informal tersedia Tahfidzul Qur’an dan Madrasah Diniah (Kitab Kuning).
Pengawasan dan Kegiatan:
- Kegiatan pendidikan Pondok dimulai intensif dari pukul 03.30 hingga 07.00 WIB (sebelum sekolah) dan dilanjutkan dari pukul 12.30 hingga 22.00 WIB (setelah sekolah hingga istirahat malam).
- Penanaman ilmu dunia dan akhirat serta berbagai pelajaran terpantau selama 24 jam penuh oleh para asatidz. Pemantauan ini didukung oleh CCTV di seluruh lokasi Pondok, termasuk di dalam asrama santri.
- Program Unggulan: Kami menerapkan sistem deep monitoring, dengan rasio 1 asatidz menangani maksimal 10 santri.
Visi Misi dan Tujuan
Visi Pesantren:
Melahirkan santri berpengetahuan Ahlussunnah wal Jama’ah, cerdas, ber-Akhlakul Karimah dan mampu berkompetisi di era global.
Misi Pesantren:
- Menanamkan aqidah Imam Abu Musa Al Asy’ari dan Imam Abu Mansur Al Maturidi.
- Melestarikan pembelajaran kitab-kitab klasik karya Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah
- Menjalankan pendidikan secara aktif, tertib, disiplin dan berkompeten.
- Bebas berinovasi dan berexpresi dibawah pengawasan pesantren
- Menanamkan karakter berani, jujur, dan bertanggung jawab.
- Menyelenggarakan kegiatan keagamaan sebagai dasar pendidikan spiritual santri dalam kehidupan sehari-hari
Tujuan Pesantren:
Mencetak manusia yang mampu bersaing, beriman, bertaqwa, berilmu, beramal, berakhlakul karimah dan berhati ikhlas. (Zahid).