Harlah ke-41, Lakpesdam Diharapkan Menjadi Think Tank Strategis dan Mandiri

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA– Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merayakan hari lahirnya yang ke-41 pada Selasa (7/4). Acara yang berlangsung khidmat di Lobby Gedung PBNU, Jakarta Pusat ini, dikemas dalam diskusi “Pojok Kramat” bertajuk “Peran NU dalam Perdamaian Dunia”.

Peringatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh intelektual dan pengurus PBNU, di antaranya KH. Ulil Abshar Abdalla (Ketua PBNU), Prof. Luthfi Zuhdi (Guru Besar UI), serta narasumber tamu Dr. Tia Mariatul Kibtiah (Dosen Hubungan Internasional). Diskusi yang dipandu oleh M. Syaudillah ini menyoroti bagaimana kader NU harus memperkuat pengetahuan global untuk merespons dinamika geopolitik internasional.

Dalam sambutannya, Ketua PBNU KH. Ulil Abshar Abdalla menegaskan bahwa di usia yang ke-41, Lakpesdam harus semakin mandiri dalam menguatkan tradisi keilmuan. Beliau berharap lembaga ini menjadi kawah candradimuka bagi kader-kader NU agar mampu menerjemahkan visi para pendiri (muassis) dalam konteks tantangan dunia hari ini.

“Saya berharap Lakpesdam PBNU semakin maju dan makin mandiri, serta makin luas kerjasamanya, terus menguatkan dan mengembangkan tradisi keilmuan dan kontribusi semaksimal mungkin bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Gus Ulil di hadapan para hadirin.

Lebih jauh, PBNU mendorong Lakpesdam untuk bertransformasi menjadi lembaga pemikir (think tank) yang disegani. Produk kajian Lakpesdam diharapkan tidak hanya berhenti di lingkungan internal, tetapi menjadi rujukan strategis bagi pemerintah dalam pengambilan kebijakan yang pro-rakyat.

“Saya berharap ke depan Lakpesdam NU tidak hanya berperan sebagai mercusuar intelektual, tapi juga bisa berfungsi sepenuhnya menjadi lembaga think tank di lingkungan Nahdlatul Ulama yang benar-benar berwibawa dan disegani,” tegasnya.

Perayaan Harlah ke-41 ini ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas dedikasi lembaga selama empat dekade dalam melakukan pemberdayaan serta advokasi kebijakan yang pro-rakyat demi terwujudnya Indonesia yang lebih sejahtera dan berkeadilan.

(Delia)

Leave A Reply

Your email address will not be published.