Harlah ke-80 Muslimat NU di Lampung: Meneguhkan Peran Perempuan sebagai Fondasi Peradaban dan Kemandirian
RISALAH NU ONLINE BANDAR LAMPUNG – Sebanyak 3.000-an kader Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) se-Provinsi Lampung memadati Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung pada Ahad (26/4/2026). Pertemuan akbar dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat NU sekaligus halalbihalal ini menjadi momentum penguatan peran perempuan dalam pembangunan bangsa.
Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., dalam sambutannya menyampaikan kekagumannya atas dedikasi organisasi ini. Menurutnya, Muslimat NU merupakan elemen kunci dalam mencetak generasi masa depan yang berkualitas. “Perempuan bukan hanya sebagai pendidik pertama dalam keluarga, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial manusia yang mampu menggerakkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat,” ujar Prof. Lusmeilia.
Apresiasi senada disampaikan oleh Ketua PWNU Lampung, H. Puji Raharjo. Ia menegaskan bahwa selama delapan dekade, Muslimat NU telah menjadi tulang punggung pergerakan NU, khususnya di tingkat akar rumput.
“Muslimat NU hadir menjaga Ahlus Sunnah Wal Jamaah, menghidupkan majelis, merawat keluarga, mendidik generasi, dan menggerakkan sosial dari ranting hingga wilayah,” ungkapnya. Puji berharap melalui momentum ini, Muslimat tetap menjaga wajah NU yang teduh dan lembut namun tetap tangguh.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina PP Muslimat NU, Hj. Khofifah Indar Parawansa, mengajak para kader untuk menerjemahkan semangat Harlah ke dalam aksi nyata melalui gerakan “Mustika”. Ia menekankan pentingnya kepedulian sosial melalui program “Mustika Mesem” untuk pengentasan kemiskinan ekstrem.
“Tolong panjenengan memastikan ranting-ranting bisa berbagi makanan bergizi untuk tetangga-tetangganya,” pesan Khofifah.
Selain kepedulian sosial, Khofifah juga mendorong gerakan “Mustika Darling” untuk kesadaran lingkungan dan “Mustika Seger” untuk kesehatan fisik kader. Ia menegaskan bahwa pengabdian ini merupakan bagian dari upaya besar dalam merawat tradisi dan menguatkan kemandirian.
“Wahai Muslimat NU Provinsi Lampung, teruskan berjuang untuk agama dan bangsa dengan tulus ikhlas lillahi ta’ala, semoga Allah meridhoi perjuangan kita,” pungkasnya di hadapan ribuan kader yang hadir.
Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Ketua PWNU Lampung H Puji Raharjo, Katib Syuriyah PWNU Lampung KH Ahmad Mashum Abror, Rektor Universitas Lampung Prof Lusmeilia Afriani, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
(delia)