RISALAH NU ONLINE, PURWOKERTO – Konferensi Cabang Muslimat NU Banyumas digelar pada Ahad (7/6/2026). Forum ini mengusung tema “Muslimat NU Berkarya, Umat Berdaya” untuk menyusun program kerja lima tahun ke depan.
Ketua PAC Muslimat NU Sumpiuh, Kasmiyatun, hadir langsung di lokasi acara. Ia didampingi oleh perwakilan dari seluruh 14 Pengurus Ranting yang ada di Kecamatan Sumpiuh.
Kasmiyatun menyatakan bahwa tema Konfercab tahun ini merupakan instruksi kerja bagi seluruh kader di semua tingkatan.
“Harapan kami, lewat Konfercab ini akan lahir program-program kerja yang lebih membumi dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Muslimat harus aktif berkarya agar umat benar-benar berdaya, baik secara ekonomi, pendidikan, maupun penguatan Aswaja,” katanya.
Ia menambahkan, kehadiran 14 ranting dari Sumpiuh menunjukkan roda organisasi di tingkat dasar berjalan aktif. Ranting-ranting ini melebur bersama total 278 ranting se-Banyumas.
Kasmiyatun berharap pengurus PC Muslimat NU Banyumas yang terpilih nanti mampu memaksimalkan potensi seluruh ranting sebagai ujung tombak gerakan di desa.
“Kami di tingkat PAC Sumpiuh bersama 14 ranting siap bersinergi dengan pengurus cabang baru untuk melaksanakan hasil keputusan Konfercab ini,” tutupnya.
Setelah melalui sidang pleno, Konferensi Cabang (Konfercab) Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Banyumas akhirnya menetapkan Hj. Suhartiningsih sebagai Ketua PC Muslimat NU Banyumas masa khidmat 2026-2031. Penetapan tersebut berlangsung dalam sidang Konfercab yang digelar pada Ahad (7/6/2026) di Gedung Muslimat, Kauman Lama, Purwokerto.
Ketua Konfercab, Hj. Rofingatun, mengatakan keputusan tersebut telah ditetapkan dalam forum resmi yang dipimpin langsung oleh Ketua PW Muslimat NU Jawa Tengah, Prof. Hj. Isnawati, M.Ag.
“Saya konfirmasi ke Ketua PW Muslimat NU Jawa Tengah, Prof. Hj. Isnawati, M.Ag yang memimpin jalannya sidang. Sudah ditetapkan, ketua terpilih Hj. Suhartiningsih,” kata Rofingatun saat dikonfirmasi nubanyumas.com.
Sebelum penetapan dilakukan, Konfercab sempat diwarnai dinamika dalam proses penjaringan bakal calon ketua. Berdasarkan informasi yang berkembang di arena konferensi, muncul dua nama yang memperoleh dukungan dari Pengurus Anak Cabang (PAC), yakni Hj. Suhartiningsih dan Hj. Khasanatul Mufidah.
Dalam proses dukungan awal tersebut, Hj. Khasanatul Mufidah disebut memperoleh dukungan dari 12 PAC, sedangkan Hj. Suhartiningsih mendapatkan dukungan dari 9 PAC. Namun demikian, tahapan berikutnya tetap mengacu pada ketentuan organisasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD PRT) Muslimat NU.
Merujuk BAB XX Pasal 78 tentang ‘Ketua Organsasi’ pasal 1 PD PRT Muslimat NU. Disebutkan bahwa, ‘Seseorang dapat dipilih menjadi setelah menjadi pengurus harian pimpinan Muslimat NU’. Dari dua nama yang muncul, hanya Hj. Suhartiningsih yang dinyatakan memenuhi persyaratan tersebut.
Menurut Rofingatun, PW Muslimat NU Jawa Tengah kemudian mengambil langkah musyawarah dengan mempertemukan kedua tokoh yang mendapatkan dukungan PAC sebelum proses pemilihan dilanjutkan.
“Hasil pertemuan tersebut, Hj. Khasanatul Mufidah menyatakan mundur dari pencalonan demi kepentingan Muslimat NU dan terselenggaranya konferensi yang bermartabat. Dengan demikian, forum kemudian menetapkan Hj. Suhartiningsih sebagai Ketua PC Muslimat NU Banyumas.
PC Muslimat NU Banyumas harus menjadi teladan bagi daerah lain. Sebab ,Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) lahir di Purwokerto.Organisasi kemasyarakatan yang bersifat sosial keagamaan dan merupakan salah satu Badan Otonom dari Jam’iyah Nahdlatul Ulama. Didirikan pada tanggal 26 Rabiul Akhir bertepatan dengan tanggal 29 Maret 1946 di Purwokerto.(Aji Setiawan).