RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Panitia Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 tengah mematangkan skema lokasi penyelenggaraan yang diperkirakan akan dilaksanakan di dua lokasi yakni Ploso dan Madura.
“Tadi sudah dirancang oleh OC bahwa pembukaan atau penutupan bisa di Madura, tapi semua proses sidang-sidang musyawarah di Ploso. Hanya kemungkinan kalau pembukaan itu bisa menghadirkan Presiden, ya di Madura. Kalau tidak, bisa penutupannya di Madura dengan diisi dengan istighosah untuk menjalin kebersamaan,” ujar Katib Aam PBNU sekaligus Ketua SC Munas-Konbes NU 2026, KH. Ahmad Said Asrori, usai rapat di Gedung PBNU Lantai 8, Jakarta, pada Rabu (10/6/26).
Keputusan mengenai kepastian kehadiran Presiden masih terus diupayakan melalui jalur komunikasi formal, mengingat pentingnya keselarasan jadwal protokoler kenegaraan dengan agenda besar jamiyyah Nahdlatul Ulama.
“Ya nanti kita kan ada komunikasi. Karena ada berita, informasi kalau pada hari pembukaan itu beliau ada di Turki, gitu. Ya kita nanti lihatlah. Bisa fleksibel bahasanya. Mungkin itu aja,” kata Kiai Said.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Ketua Organizing Committee (OC), Saifullah Yusuf, membenarkan bahwa koordinasi mengenai kehadiran Presiden terus berjalan di tingkat kepanitiaan. Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur di Pondok Pesantren Ploso, Kediri, sebagai pusat utama persidangan komisi telah mencapai tahapan yang sangat memadai.
“Secara prinsip Ploso sudah siap untuk ditempati persidangan-persidangannya, kemudian fasilitas-fasilitas yang lain yang insyaallah ini cukup memadai,” papar Gus Ipul.
Ketika dikonfirmasi mengenai kepastian posisi undangan untuk Presiden RI, Gus Ipul mengisyaratkan bahwa rencana cadangan saat ini memprioritaskan kehadiran kepala negara di akhir rangkaian acara formal jika pembukaan gagal disesuaikan.
“Ya insyaallah nanti akan diundang di penutupan,” katanya.
Gus Ipul juga menambahkan bahwa urusan visual seperti logo telah dinyatakan klir dan disetujui, sementara untuk finalisasi tema besar masih memerlukan satu kali tahapan pematangan lagi bersama jajaran Rais Aam dan Ketua Umum PBNU pada hari Sabtu mendatang.
(Anisa)