Kapolri Tegaskan Polisi harus Berada di Hati Umat Islam dan Ulama

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA —Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyatakan komitmen kepolisian untuk selalu dekat, berpihak, dan berada di hati umat Islam serta para ulama di seluruh Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Kapolri saat kunjungan silaturahim ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026).

Menurut Jenderal Suyudi, hubungan dekat antara kepolisian dengan elemen umat Islam bukanlah sekadar formalitas kedinasan, melainkan sebuah kejujuran niat dari jajaran Polri untuk mewujudkan rasa aman dan ketenteraman di tengah masyarakat mayoritas Muslim.

Kedatangan Kapolri disambut hangat oleh Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar didampingi Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan, Bendahara Umum MUI H. Misbahul Ulum, serta jajaran Wakil Ketua Umum MUI yakni KH M Cholil Nafis, Buya Anwar Abbas, dan KH Marsudi Syuhud.

Sementara itu, Kapolri didampingi oleh pejabat utama Polri, di antaranya Kabaintelkam Irjen Pol. Dedy Kusuma Bakti, Kabaharkam Komjen Pol. Herry Heryawan, Kabareskrim Irjen Asep Safrudin, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, Kadiv Propam Irjen Pol. Dr. Mahmud Nazly Harahap, dan Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko.

Dalam kehangatan silaturahim tersebut, Kapolri mengingatkan seluruh personel kepolisian dari tingkat pusat hingga daerah untuk senantiasa membangun komunikasi yang harmonis dengan pimpinan pesantren dan para tokoh agama.

“Indonesia adalah negeri yang kita cintai ini mayoritas dihuni oleh umat Islam. Sehingga saya berpikir, kita polisi Indonesia harus selalu dekat dan berpihak kepada masyarakat Indonesia, khususnya yang beragama Muslim. Polisi harus selalu dekat dengan para ulama, kiai, ajengan, santri, dan pesantren. Tidak ada lain, ini adalah bentuk kejujuran keinginan kami untuk selalu mendapatkan tempat di hati rakyat Indonesia,” ujar Jenderal Suyudi.

Kapolri menambahkan, keberadaan slogan baru “Polisi Bersama Masyarakat” dirancang untuk mendorong seluruh anggota Polri, dari pangkat terendah hingga tertinggi, agar memiliki tanggung jawab moral yang sama dalam memelihara keamanan lingkungan sekaligus menyerap inspirasi kebaikan dari para tokoh masyarakat.

Untuk mempererat jalinan kebangsaan tersebut, Kapolri mendorong seluruh jajaran Polda, Polres, hingga Polsek di daerah untuk terus aktif melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan di ruang publik masyarakat, seperti Subuh Keliling maupun Jumat Keliling di masjid-masjid dan pesantren.

Melalui forum dialog yang terbuka di rumah ibadah, aparat kepolisian diharapkan tidak hanya membagikan informasi kamtibmas, tetapi juga mendengarkan langsung berbagai keluhan, aspirasi, dan laporan warga di tingkat paling bawah, mulai dari potensi penyalahgunaan narkoba, peredaran miras, hingga ancaman kenakalan remaja.

“Diskusi tidak harus dilakukan di dalam ruangan resmi. Kita bisa berdiskusi di dalam masjid, musala, dan pesantren. Kehadiran polisi bersama umat Islam diharapkan mampu membawa angin segar dan kesejukan. Jika polisi sudah dipercaya dan dicintai oleh masyarakat, insyaallah tugas-tugas memelihara keamanan pun akan dimudahkan,” tutur Kapolri. (hud/rls).

Leave A Reply

Your email address will not be published.