RISALAH NU ONLINE, JAKARTA — Komposisi dan personalia kepengurusan PBNU Masa Khidmah 2026–2031 akan dilantik pada 24 Oktober 2026 di Pondok Pesantren Al Hamid, Jakarta Timur.
”Demikian salah satu hasil rapat perdana gabungan antara jajaran Syuriah dan Tanfidziyah hari ini,” ujar Wakil Ketua Umum PBNU H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) kepada pers usai rapat di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (14/10) sore.
Selain itu, kata Gus Ipul, bahwa agenda rapat perdana hari ini adalah arahan dari Rais Aam dan Ketua Umum terpilih terkait hasil muktamar NU ke 35 dan pembagian tugas-tugas pengurus baru dari mulai Ketua Umum sampai Wasekjen PBNU. ”Sehingga rapat ini bisa menjadi pedoman pengurus baru untuk merancang program-program yang sesuai hasil Muktamar NU,” ungkapnya.
Sebelumnya, PBNU secara resmi mengumumkan pengesahan komposisi dan personalia PBNU Masa Khidmah 2026–2031 di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026) malam. Struktur kepengurusan PBNU periode ini berjumlah total 210 pengurus yang terbagi dalam empat jajaran utama, yakni Mustasyar, A’wan, Syuriyah, dan Tanfidziyah.
Pengesahan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan PBNU Nomor: 2/PB.01/A.II.01.01/99/09/2026 tentang Pengesahan Komposisi dan Personalia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. SK yang berlaku hingga 30 September 2031 ini ditandatangani langsung oleh Rais ‘Aam KH Miftachul Akhyar, Katib ‘Aam Prof Mohammad Nuh, Ketua Umum KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), dan Sekretaris Jenderal H Gudfan Arif. (hud).