PBNU Siapkan Peringatan Hari Santri di Tebuireng, Dilanjutkan Kirap Resolusi Jihad ke Surabaya

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah mematangkan berbagai persiapan untuk menyambut Peringatan Hari Santri pada 22 Oktober mendatang. Peringatan tahun ini mengusung konsep acara yang sederhana namun penuh khidmat serta melibatkan seluruh elemen warga nahdliyin.

Katib Aam PBNU, Prof. Muhammad Nuh, menyampaikan bahwa pembentukan panitia serta edaran petunjuk pelaksanaan peringatan Hari Santri telah disebarkan ke berbagai tingkatan pengurus sejak beberapa pekan lalu.

“Persiapan Hari Santri panitia sudah dibentuk, dan edaran sudah minggu-dua minggu yang lalu sudah kita edarkan. Temanya juga sudah. Bentuk Hari Santrinya itu, peringatan Hari Santrinya itu: satu, sederhana; tapi khidmat. Khidmat, sederhana, dan melibatkan semuanya,” ujar Prof. Muhammad Nuh saat memberikan keterangan usai Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Prof. Nuh menjelaskan, puncak peringatan Hari Santri pada tanggal 22 Oktober akan dipusatkan di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, dengan agenda utama apel atau upacara bendera pada pagi hari yang dihadiri oleh jajaran pimpinan tertinggi PBNU.

“Insya Allah tanggal 22 besok itu Hari Santrinya, upacaranya atau apelnya dipusatkan di Tebuireng. Nanti Ketua Umum, Rais Aam akan di sana, upacara yang pagi,” jelas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan prosesi kirap teks Resolusi Jihad dari Jombang menuju Surabaya. Sesampainya di Surabaya pada malam harinya, kegiatan disusul dengan gelaran mujahadah dan doa bersama.

“Habis itu ada prosesi kirap teks Resolusi Jihad. Itu yang dikirap dari Jombang ke Surabaya. Di Surabaya malam harinya ada mujahadah, doa bersama sebagai rasa syukur sekaligus mendoakan,” tambah Prof. Nuh.

Selain agenda Peringatan Hari Santri, PBNU juga menjadwalkan pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) pada 24 Oktober 2026 yang akan berlanjut dengan prosesi pengukuhan kepengurusan PBNU periode 2026–2031 di Pondok Pesantren Al-Hamid, Jakarta. Pada acara pengukuhan tersebut, para pengurus direncanakan akan mengenakan sarung sebagai bentuk melestarikan serta merawat tradisi kesantrian.

(Anisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.