Rais Aam dan Ketum PBNU Lepas Kirab Naskah Resolusi Jihad

0

RISALAH NU ONLINE, JOMBANG — Usai pelaksanaan apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di halaman Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (22/10/2026). Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan Kirab Naskah Resolusi Jihad menuju kegiatan napak tilas sejarah pertempuran sengit 10 November 1945 di Surabaya.

Pelepasan dilakukan secara simbolis dengan pengibaran bendera putih dari halaman Pesantren Tebuireng oleh Rais Aam, Ketua Umum PBNU dan jajaran PBNU serta tamu undangan yang hadir.

Kirab tersebut membawa naskah Resolusi Jihad, prasasti, serta bendera simbolis Nahdlatul Ulama yang dikawal ketat oleh 99 personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang mengendarai sepeda motor dan parade mobil jeep.

Rombongan kirab terjadwal menempuh rute sejarah mulai dari Mojokerto hingga berakhir di Kota Surabaya. Rute ini sengaja dipilih untuk mengenang kembali pergerakan pasukan santri dan rakyat jelata menjelang berakhirnya ultimatum pasukan Inggris pada November 1945 silam.

Ketua Umum PBNU KH Kikin Abdul Hakim (Gus Kikin) berharap perhelatan ini tidak sekadar menjadi aksi simbolis semata, melainkan mampu memantik kembali kesadaran kolektif seluruh warga bangsa, khususnya generasi muda. Ia mengimbau seluruh insan media dan pemuda untuk aktif merawat keutuhan NKRI di tengah keberagaman suku, agama, dan pandangan politik.

“Persatuan itulah yang mampu mempertahankan kemerdekaan Indonesia hingga saat ini. Pesan dan keteladanan dari para kiai serta leluhur kita pada masa itu harus terus kita pelajari, hayati, dan terapkan dalam kehidupan berbangsa saat ini,” ungkapnya.

Gus Kikin menjelaskan bahwa keputusan Resolusi Jihad merupakan wujud ketegasan sikap moral dan politik para ulama NU dalam merespons situasi darurat pascakemerdekaan. Melalui maklumat tersebut, seluruh kaum muslimin dipanggil untuk wajib hukumnya membela tanah air dari cengkeraman penjajah. (hud).

Leave A Reply

Your email address will not be published.