Pimpin Do’a Apel Hari Santri, Rais Aam Berharap Momen Penuh Berkah
RISALAH NU ONLINE, JOMBANG – Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar memimpin doa pada apel puncak peringatan Hari Santri 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (22/10/2026).
Dalam doanya, Kiai Miftach berharap dan memohon kepada Allah, agar momen peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2026 penuh dengan kegembiraan dan keimanan. “Dan semoga Allah mewujudkan bagi kami segenap kaum santri, Nahdliyin dan Nahdliyat, khususnya, serta seluruh rakyat Negara Indonesia,” harapnya.
اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ كُلُّهُ، اللَّهُمَّ لَا قَابِضَ لِمَا بَسَطْتَ، وَلَا بَاسِطَ لِمَا قَبَضْتَ، وَلَا هَادِيَ لِمَنْ أَضْلَلْتَ، وَلَا مُضِلَّ لِمَنْ هَدَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُقَرِّبَ لِمَا بَاعَدْتَ، وَلَا مُبْعِدَ لِمَا قَرَّبْتَ
(Ya Allah, bagi-Mu jua segala pujian. Ya Allah, tidak ada yang dapat menyempitkan apa yang Engkau lapangkan, dan tidak ada yang dapat melapangkan apa yang Engkau sempitkan. Tidak ada yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang Engkau sesatkan, dan tidak ada yang dapat menyesatkan orang yang Engkau beri petunjuk. Tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau tahan, dan tidak ada yang dapat menahan apa yang Engkau berikan. Serta tidak ada yang dapat mendekatkan apa yang Engkau jauhkan, dan tidak ada yang dapat menjauhkan apa yang Engkau dekatkan.)
Kiai Miftach juga memohon agar menghidupkan jam’iyah Nahdlatul Ulama dengan kehidupan thayyibah, kehidupan yang baik dan ideal sesuai kehendak Allah. Maka jadikanlah hati sebagai manusia cenderung senang kepada mereka, dan berilah mereka rezeki dari macam-macam buah-buahan kebutuhan mudah-mudahan mereka bersyukur. Dan karuniakanlah mereka rezeki berupa kekuatan yang mengalahkan kebatilan, kezaliman, ketidaksenonohan, dan keburukan agar mereka bertakwa.
رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ نَبِيِّ المَوَالِي وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارَكَ وَسَلَّمَ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِينَ، وَالحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ. بِسِرِّ أَسْرَارِ الفَاتِحَةِ.
(Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.
Semoga shalawat, keberkahan, serta salam dari Allah senantiasa tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, seorang Nabi yang ummi, beserta keluarga dan para sahabatnya. Maha Suci Tuhanmu, Tuhan Yang Mahamulia dari apa yang mereka sifatkan. Dan selamat sejahtera bagi para rasul, serta segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam). ”Bi-sirri Asrori Al-Fatihah,” tutup Kiai Miftach. (hud).