RISALAH NU ONLINE, SURABAYA — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional bukanlah sekadar ajang nostalgia romantis terhadap masa lalu, melainkan momentum untuk meneruskan semangat perjuangan para ulama demi bangsa, negara, dan kemerdekaan Palestina.
Dalam sambutannya, Katib Aam PBNU Prof. Mohammad Nuh menyampaikan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari perjuangan dan keikhlasan para kiai serta tokoh Nahdlatul Ulama yang mengeluarkan resolusi jihad di tengah ancaman penjajahan. Peringatan ini sekaligus menjadi wujud doa dan penghormatan agar para muassis dan pejuang terdahulu senantiasa mendapatkan limpahan rahmat dari Allah SWT.
“Peringatan ini bukan sekadar nostalgia romantisme tentang masa lalu, tetapi justru kita ingin mengambil makna yang luar biasa dari apa yang sudah ditanamkan oleh para sesepuh-sesepuh kita, yaitu perjuangan demi bangsa dan negara,” ujar Prof. Nuh di Halaman PCNU Surabaya, Kamis, (22/10/26) malam.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal PBNU H. Gudfan Arif Ghofur (Gus Gudfan) menyampaikan bahwa pengusungan tema akar tradisi ini sangat penting untuk membangkitkan kembali memori kolektif generasi muda terhadap perjuangan para pendahulu bangsa. Menurutnya, saat ini generasi muda sudah mulai melupakan sejarah panjang perjuangan para ulama dan santri dalam merebut kemerdekaan.
“Sekarang ini generasi muda sudah sedikit lupa terkait masalah sejarah. Jadi itu perlu kita ingatkan lagi, kita perkuat akar tradisi pesantren, kita perkuat akar tradisi perjuangan-perjuangan ulama terdahulu yang sudah didahului oleh para muassis,” ujarnya.
Selain mengenang sejarah kepahlawanan, Katib Aam PBNU juga menekankan pentingnya komitmen kebangsaan global, khususnya dukungan nyata terhadap rakyat Palestina. Ia mengingatkan bahwa PBNU telah menyatakan deklarasi komitmennya terhadap bangsa Palestina sejak tahun 1938, sehingga urusan Palestina menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas dan perjuangan santri.
“Kita selamatkan, kita pastikan rakyat Palestina, bangsa Palestina, harus tetap eksis di dunia dan NU telah menyatakan deklarasinya sejak tahun 1938 tentang komitmennya terhadap bangsa Palestina,” tegasnya.
Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional ini melibatkan ribuan santri melalui kirab resolusi jihad yang bergerak dari Pondok Pesantren Tebuireng hingga Kota Surabaya. Seluruh peserta kirab dinilai sebagai simbol dan lambang dari para pejuang yang membawa obor semangat kebangsaan, persatuan, dan solidaritas internasional.
(Anisa)