RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak seluruh jajaran pengurus Nahdlatul Ulama dari semua tingkat wilayah, cabang, hingga ranting beserta badan otonom untuk menggunakan kesempatan bulan ramadhan dengan sebanyak mungkin meraih keberkahan, kemanfaatan, dan pahala dengan memperbanyak mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyampaikan ungkapan selamat dalam menyambut bulan suci ramadhan 1445 H kepada seluruh masyarakat khususnya umat Islam.
“Dalam arahan Rais Aam banyak menyinggung tentang bagaimana kita menyongsong Ramadhan yang sebentar lagi datang. Dan dalam kesempatan ini saya atas nama pengurus besar Nahdlatul Ulama juga ingin menyampaikan selamat menyongsong Ramadhan1445 H,” ujar Gus Yahya dalam jumpa pers di Gedung PBNU, Jakarta, Sabtu (9/3/24).
PBNU secara khusus menginstruksikan kepada jajaran jaringan kepengurusan untuk memanfaatkan ramadhan sebagai kesempatan berkonsolidasi secara menyeluruh. Sebagai kesempatan untuk bersama sama menggerakan dan memobilisasi suatu gerakan mengambil berkah dari ramadhan sebesar-besarnya.
“Bukan hanya di antara pengurus sampai ke tingkat bawah, tapi juga dengan semua jaringan Nahdlatul Ulama seperti Muslimat, Anshor, Fatayat dan lain-lain dengan madrasah, pesantren, masjid dan mushola di lingkungan NU,” terangnya.
Selain itu, PBNU juga menginstruksikan melalui pengurus di semua tingkatan untuk mendoakan Indonesia agar tetap maslahat dan sentosa dengan mengamalkan sejumlah doa yang telah diajarkan oleh kiai NU dan Rais Aam PBNU.
Instruksi selanjutnya yaitu mendoakan kelancaran bagi para pengurus NU dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di semua tingkatan. Kemudian instruksi terakhir yaitu mendoakan untuk memohon pertolongan bagi saudara-saudara di Palestina dengan membaca Qunut Nazilah yang telah diijazahkan oleh Rais Aam dan juga telah diijazahkan oleh Hadrotusyekh KH Hasyim Asy’ari pada 1938.
“Kami instruksikan jajaran di semua tingkatan untuk mengawal pengamalannya di masjid-masjid, pesantren-pesantren, sekolah-sekolah dan lain sebagainya supaya itu diamalkan. Dengan kata lain kita menggunakan kesempatan Ramadhan ini untuk mengetuk pintu langit agar pertolongan turun dari Allah SWT,” pungkasnya. (Anisa).