Jamaah Tajir Kerap Diincar para Pemburu Riyal

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Anda jangan mengira bahwa saat tengah berada di beranda Rumah Allah–Baytullah, akan terbebas dari incaran kejahatan. Buktinya adalah laporan Media Centre Haji Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (MCH PPIH) Arab Saudi. MCH merilis berita tertangkapnya sejumlah orang yang lalu ramai disebut “joki hajar aswad” yang berkeliaran di sekitar ka’bah. 

 

Karena kurang edukasi atau akibat kelengahan, jamaah haji yang berpenampilan keren dan tampak tajir–crazy rich, adalah mangsa yang diincar dan dicari-cari para pemetik rente haram di musim haji. “Mereka memata-matai, membidik dan menyasar jamaah yang kesannya berduit,” kata Direktur Bina Haji Ditjen PHU Kemenag, Dr Arsad Hidayat.

 

Kepada peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) PPIH Arab Saudi, ia berkisah ragam kisah sedih yang terjadi saat musim haji. Salah satunya joki sukses mencium hajar aswad itu. Arsad mengaku tak jarang memergoki joki hajar aswad asal Indonesia. “Saat saya masih menjadi Kepala Daerah Kerja Makkah pernah mengungkap sindikat joki ini,” kata dia.

 

Modus para joki Hajar Aswad ini biasanya mencari target yang terlihat memiliki banyak uang. Jika target sudah ditemukan, secara berombongan, mereka akan menawarkan jasa kepada jamaah untuk mencium Hajar Aswad.

 

Setelah itu, sang joki akan menghubungi beberapa rekan mereka untuk membukakan akses menuju hajar aswad. Bisanya, sindikat mereka terdiri dari 3-4 orang.

 

“Dia (joki) biasanya, tanpa menyebut nominal jasa mencium hajar aswad ini,” kata Arsad yang dikenal sangat mengenal dan paham detail sejumlah kejadian aneh-aneh yang meninpa jamaah haji. Ia terbilang bertugas sangat lama sebagai kepala daerah kerja (kadaker) di sejumlah daerah di Arab Saudi.

 

Dkisahkan Arsad,  jamaah tersebut akan diajak menepi. Di situlah para joki itu memeras jamaah. “Pernah ada yang awalnya ngasih 500 riyal, ditolak. Pelaku minta naik lagi sampai 1.000 riyal, masih gak mau,” kata Arsad lagi.

 

Korban akhirnya memberikan semua uangnya di dompet sekitar 1.500 riyal atau sekitar Rp 6 juta. Karenanya, Arsad meminta para jamaah tidak tergiur dengan ajakan iming-iming seperti itu. (Ishaq Zubaedi Raqib).

Leave A Reply

Your email address will not be published.