Majalah Risalah NU Gelar Lomba Cerpen Santri Nasional, Hadiah Puluhan Juta Rupiah 

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober 2025. Majalah Risalah NU kembali menggelar lomba cerpen (cerita pendek) untuk kalangan santri dan mahasiswa Nasional dengan tema: “Santri Menulis, Negeri Terinspirasi”.

Ketua pelaksana lomba cerpen santri Majalah Risalah NU, Zahid Lukman mengatakan bahwa hari santri yang diperingati setiap 22 Oktober merupakan momentum penting untuk mengenang dan mengaktualisasikan peran santri dalam sejarah perjuangan dan pembangunan bangsa. ”Tidak hanya dalam aspek keagamaan, santri juga memiliki kontribusi besar dalam dunia literasi dan sastra,” ujarnya kepada Risalah NU Online saat di Jakarta, Jum’at (8/8/25).

Menurutnya, kiprah santri tidak hanya dalam ruang lingkup pesantren dan madrasah sebagaimana definisi mainstreamnya, yaitu mereka yang belajar dan mengabdi di lingkungan pesantren, lembaga pendidikan Islam tradisional. Hal itu bisa dilihat bagaimana perkembangan sastra di Indonesia tahun 60-an hingga awal 2000-an. Di kalangan pesantren secara umum, wabil khusus dalam tubuh NU sendiri, sejak awal 60-an hingga saat ini, lahir kaum sastrawan santri seperti Djamil Suherman, Syu’bah Asa, Fudhali Zaini, Gus Mus, Jamal D Rahman, Acep Zamzam Noor, D. Zawawi Imran, dan sebagainya.

“Kalau dilihat dalam pespektif sejarah, tidak sedikit santri yang menggunakan karya sastra sebagai media perjuangan, penyampaian pesan moral, bahkan penyampaian dakwah yang menyentuh berbagai macam aspek, terlebih kemanusiaan,” ungkap juri qor’i Internasional ini.

Lomba cerpen santri tingkat Nasional ini ditujukan bagi para santri dan mahasiswa di seluruh Indonesia. Lomba ini akan dilaksanakan secara daring dan luring, dengan proses seleksi naskah yang melibatkan dewan juri profesional dari kalangan tokoh literasi pesantren, penulis cerpen nasional, dan praktisi literasi. ”Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat muncul bibit-bibit penulis santri yang tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga menjadi agen perubahan yang menyuarakan nilai-nilai kebaikan melalui medium sastra,” jelas Mujahiddin yang juga redaktur Majalah Risalah NU ini.

Sedangkan tuan utama dari kegiatan lomba ini adalah untuk mengangkat kembali nilai-nilai keislaman yang berakar pada kearifan lokal melalui karya sastra. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat literasi dan menulis di kalangan santri. Menggali potensi dan kreativitas sastra santri dalam bentuk cerpen. Memperkuat nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan melalui karya tulis. ”Tentu untuk menyemarakkan Hari Santri Nasional tahun 2025 dengan kegiatan yang inspiratif dan edukatif,” jelasnya lagi.

Tema Lomba

Tema yang diangkat dalam Lomba Cerpen Santri Tingkat Nasional Tahun 2025 adalah “Santri Menulis, Negeri Terinspirasi”. Tema tersebut diangkat sebagai bentuk apresiasi dan dorongan terhadap kontribusi santri dalam literasi sastra. Karena, menulis bukan hanya aktivitas menuangkan kata, namun juga jalan untuk menyampaikan gagasan, merekam realitas, menyuarakan nilai, dan menyalurkan aspirasi. Untuk memperkokoh tema tersebut, maka kemudian dipilih beberapa subtema sebagai alternatif pilihan peserta, yaitu:

1. Santri dan Perubahan Zaman

2. Kisah Inspiratif di Pondok Pesantren

3. Santri Melawan Hoaks dan Fitnah

4. Perempuan dan Pesantren

5. Catatan Hati Santri untuk Indonesia

Peserta Lomba

• Santri dan mahasiswa aktif dari seluruh Indonesia yang dibuktikan dengan kartu tanda santri dan mahasiswa.

Syarat dan Ketentuan Lomba

1. Mem-follow atau mengikuti akun media sosial Risalah NU untuk mendapatkan informasi lomba.

2. Peserta adalah santri atau mahasiswa dibuktikan dengan kartu tanda santri atau mahasiswa.

3. Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah).

4. Cerpen ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.

5. Panjang naskah: 1.500 – 3000 kata/karakter.

6. Naskah harus orisinil, belum pernah dipublikasikan atau diikutsertakan dalam lomba lain.

7. Bila naskah diketahui tidak orsinil, maka panitia berhak mediskualifikasi.

8. Naskah diketik dengan format:

o Font: Times New Roman

o Ukuran: 12 pt

o Spasi: 1.5

o Format file: PDF/DOCX

9. Kirim melalui link pendaftaran: https://bit.ly/CerpenRisalahNU2025

10. Batas terakhir pengumpulan naskah: 10 Oktober 2025

Penilaian Kriteria:

• Kesesuaian dengan sub tema.

• Orisinalitas dan kreativitas

• Gaya bahasa dan struktur cerita

• Nilai moral dan pesan dakwah

Dewan Juri:

• KH. Husein Muhammad (Tokoh literasi pesantren)

• Dr. Zastraw Al-Ngatawi (Budayawan NU)

• KH. Musthofa Hilmy (Perwakilan dari panitia/ Pemred Majalah Risalah NU)

Penghargaan

• Juara 1: Uang pembinaan + Sertifikat + Buku antologi

• Juara 2: Uang pembinaan + Sertifikat

• Juara 3: Uang pembinaan + Sertifikat

• Harapan 1 : Sertifikat + Langganan Majalah Risalah NU

• Harapan 2 : Sertifikat + Langganan Majalah Risalah NU

• Harapan 3 : Sertifikat + Langganan Majalah Risalah NU

• 6 Naskah Terbaik dan naskah terpilih akan dibukukan dalam Antologi Cerpen Santri 2025 karya Risalah NU.

Registrasi

1. Transfer ke Rekening Risalah NU : 0335-01-001234-300 (BRI) a.n Risalah NU

2. Link pendaftaran : https://bit.ly/CerpenRisalahNU2025

3. Narahubung : 0851-7347-6044 (Syarifah)

Waktu Pelaksanaan

Kegiatan Tanggal

Pembukaan pendaftaran 10 Agustus 2025

Batas akhir pengumpulan 10 Oktober 2025

Penjurian 11–18 Oktober 2025

Pengumuman pemenang 20 Oktober 2025

Penganugerahan Pemenang 22 Oktober 2025 (Hari Santri)

 

(Anisa).

Leave A Reply

Your email address will not be published.