Jelang Ramadhan, Kemenag Pastikan Operasional Masjid Negara IKN Optimal

0

RISALAH NU-ONLINE, KALIMANTAN TIMUR –Kementerian Agama (Kemenag) menggelar peninjauan dan koordinasi intensif untuk memastikan kesiapan operasional Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) menyambut Ramadhan 1447 H/2026 M. Kunjungan yang dipimpin Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, ke lokasi masjid di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur berfokus pada pemeriksaan akhir sarana fisik dan konsep pengelolaan jangka panjang.

“Selain pengecekan fisik, kami juga menginventarisasi sejumlah kelengkapan yang masih perlu disempurnakan agar masjid dapat difungsikan secara optimal. Kami ingin memastikan seluruh kebutuhan dasar masjid benar-benar siap, terutama untuk mendukung aktivitas ibadah dan layanan keagamaan saat masyarakat Ramadhan,” ujar Abu Rokhmad dalam keterangan yang diterima Risalah NU Jumat (9/1/2026).

Lebih dari sekadar kesiapan infrastruktur, Kemenag menekankan pentingnya menanamkan identitas dan filosofi pengelolaan yang kuat. Abu Rokhmad menyatakan bahwa Masjid Negara IKN harus merepresentasikan wajah Islam Indonesia yang moderat dan inklusif, dengan tata kelola yang profesional.

Ia juga memperkenalkan konsep ekoteologi, menjadikan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga simbol harmoni antara nilai keagamaan dan kelestarian lingkungan, selaras dengan visi IKN sebagai kota berkelanjutan.

“Masjid Negara IKN harus menjadi rujukan nasional, bukan hanya dari sisi arsitektur, tetapi juga tata kelola, layanan keagamaan, dan kontribusinya dalam membangun peradaban,” tegasnya.

Di sisi teknis, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menyampaikan bahwa persiapan mencakup aspek yang sangat detail.

“Kesiapan masjid tidak hanya dilihat dari aspek bangunan, tetapi juga dari kesesuaian ornamen, kaligrafi, serta ketepatan arah kiblat. Seluruh elemen tersebut menjadi perhatian agar pelaksanaan ibadah dapat berlangsung dengan khusyuk dan sesuai kaidah syariah,” jelas Arsad.

Ia juga mengungkapkan bahwa proses penamaan masjid masih dalam tahap finalisasi, dengan beberapa usulan nama yang mencerminkan nilai kebangsaan dan keislaman sedang disiapkan untuk disetujui Menteri Agama. Kolaborasi dengan Otorita IKN (OIKN), pemerintah daerah, dan perguruan tinggi keagamaan juga terus diperkuat untuk mendukung operasional masjid.

Sementara itu, dari sisi fasilitas pendukung, Kasubdit Kemasjidan Kemenag, Nurul Badruttamam, menyebut pemeriksaan mencakup area vital seperti tempat wudu, toilet, hingga aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Kemenag juga sedang merancang konsep perpustakaan masjid yang ideal dan ramah lingkungan sebagai pusat literasi keislaman.

“Masjid ini disiapkan tidak hanya siap digunakan, tetapi juga siap memberi manfaat luas bagi umat dan bangsa,” tutup Nurul.

Ekalavya

Leave A Reply

Your email address will not be published.