RISALAH NU-ONLINE, JAKARTA – Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) mengumumkan bahwa hilal terlihat di beberapa titik di Indonesia pada agenda rukyatul hilal yang diselenggarakan pada Senin (19/1/2026) sore.
“Berdasarkan laporan perukyah Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama terdapat beberapa titik di Indonesia yang berhasil melihat Hilal,” tulis akun @falakiyahnu dikutip Risalah NU Senin (19/1/2025).
“Maka dengan ini Lembaga Falakiyah PBNU mengumumkan bahwa 1 Syaban 1447 H Selasa Pahing (20/1/2026) atas dasar rukyatul hilal,” lanjutnya.
Dengan ditetapkannya hasil tersebut, Nisfu Sya’ban 1447 H, 15 Sya’ban 1447 H bertepatan dengan Selasa Legi, 3 Februari 2026. Penentuan ini juga menjadi salah satu faktor penting penetapan waktu rukyatul hilal Ramadhan 1447 H yang sedianya dilaksanakan dalam waktu sekira satu bulan ke depan.
Sebelumnya, LF PBNU telah merilis data hilal jelang Sya’ban 1447 H melalui Informasi Ringkas Hilal Sya’ban 1447 H pada 29 Rajab 1447 H / 19 Januari 2026 M di Indonesia yang dikeluarkan pada Senin (19/1/2026).
Data hisab ini merupakan hasil perhitungan LF PBNU yang dilakukan untuk hari Senin Legi, 29 Rajab 1447 H / 19 Januari 2026 M. Perhitungan dilakukan pada titik markaz Jakarta, tepatnya di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat (koordinat 6º 11’ 25” LS 106º 50’ 50” BT). Perhitungan ini dilakukan dengan metode falak (hisab) tahqiqi tadqiki ashri kontemporer khas Nahdlatul Ulama.
Data hisab menunjukkan bahwa hilal akhir Rajab 1447 H atau bertepatan dengan Senin Legi, 19 Januari 2026 M adalah 6 derajat 07 menit 12 detik dengan elongasi 7 derajat 55 menit 25 detik dan lama hilal di atas ufuk 28 menit 10 detik. Sementara ijtimak (konjungsi) terjadi pada Senin Legi, 19 Januari 2026 M pukul 02:52:04 WIB.
Adapun parameter hilal terkecil itu terdapat di Kota Merauke, Provinsi Papua Selatan. Ketinggian hilal di sana mencapai 5 derajat 16 menit dan elongasi hilal hakiki 6 derajat 59 menit, serta lama hilal di atas ufuk 24 menit 38 detik.
Sementara tinggi hilal terbesar terjadi di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Ketinggian hilal di sana mencapai 6 derajat 12 menit, elongasi hilal hakiki 8 derajat 02 menit, dan lama hilal di atas ufuk 28 menit 26 detik.
Data di atas menunjukkan bahwa hilal sudah berada di atas ufuk, dan sudah memenuhi kriteria imkanurrukyah. Pasalnya, tinggi hilal belum di atas 3 derajat dan elongasi lebih dari 6,4 derajat.
Data-data di atas menjadi faktor rujukan bulan Rajab 1447 H 29 hari mengingat sudah terpenuhinya kriteria imkanur rukyah.
Ekalavya