RISALAH NU ONLINE, Daegu, Korea Selatan – Di tengah suhu musim dingin yang masih menyelimuti Kota Daegu, Basyir Arif, Dai Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) 2026, memulai rangkaian Safari Ramadhan di Korea Selatan, Selasa (17/2/2026). Kehadirannya menandai dimulainya misi dakwah bagi komunitas Muslim Indonesia di kota terbesar keempat di Negeri Ginseng tersebut.
Daegu dikenal sebagai kota yang tertata rapi dengan sistem transportasi yang efisien dan ramah bagi pejalan kaki maupun pesepeda. Lanskap perkotaannya yang bersih dan teratur menghadirkan kenyamanan bagi warganya. Kondisi tersebut, menurut Basyir, mencerminkan nilai-nilai kedisiplinan dan kebersihan yang sejalan dengan ajaran Islam, meskipun umat Muslim di kota itu merupakan minoritas.
Perjalanan dakwah ini diawali dengan penerbangan sekitar tujuh jam dari Jakarta menuju Bandara Internasional Incheon. Setibanya di Korea Selatan, rombongan dai disambut Ketua Safari Ramadhan Ustaz Bekti Setiawan serta Rais Syuriah PCINU Korea Selatan, KH Ulin Nuha. Selanjutnya, rombongan menuju Sekretariat PCINU di Daejeon untuk mengikuti ramah tamah dan penandatanganan pakta integritas sebagai bentuk komitmen menjalankan tugas dakwah.
Sehari kemudian, Basyir Arif melanjutkan perjalanan menuju Masjid Al Amin Daegu yang terletak di sekitar kawasan Keimyung University, salah satu kampus swasta ternama dengan arsitektur megah yang kerap menjadi latar pengambilan gambar drama Korea.
Agenda perdana di Daegu diawali dengan kegiatan Tarhib Ramadhan dan penyambutan dai bersama jamaah. Dalam kesempatan tersebut, Basyir memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan tausiyah tentang pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai momentum peningkatan produktivitas dan keseimbangan antara etos kerja dan kualitas ibadah.
Ia memahami bahwa mayoritas warga Indonesia di Daegu adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI), sementara jumlah mahasiswa relatif sedikit. Karena itu, ia memberikan motivasi agar jamaah tetap semangat menjalankan ibadah puasa meskipun harus bekerja dalam durasi yang panjang, seiring waktu berpuasa yang hampir setara dengan jam kerja.
Dalam ceramahnya, Basyir menyinggung keteladanan Nabi Muhammad SAW yang tetap tegar menghadapi berbagai tantangan, termasuk peperangan, pada bulan Ramadhan. Ia menekankan bahwa keberanian dan keteguhan iman menjadi kunci kemenangan, sebagaimana ditunjukkan dalam sejarah penaklukan Makkah.
Lebih jauh, ia mengingatkan pesan Nabi tentang peralihan dari jihad kecil menuju jihad yang lebih besar, yakni perjuangan melawan hawa nafsu. Menurutnya, jihad melawan diri sendiri merupakan perjuangan sepanjang hayat yang menuntut konsistensi dan kesungguhan.
Safari Ramadhan di Daegu ini menjadi bagian dari ikhtiar dakwah LDNU di tengah komunitas Muslim minoritas, sekaligus penguatan spiritual bagi para pekerja migran agar tetap menjaga iman dan integritas di tengah dinamika kehidupan di perantauan. (khoeron).