RISALAH NU ONLINE, JAKARTA — Ketua MUI Bidang Perempuan, Remaja dan Keluarga (PRK) Dr Siti Ma’rifah menyoroti kasus seorang anak di Sukabumi yang wafat karena diduga dianiaya oleh ibu tiri.
Puteri Wakil Presiden ke-13 RI ini mendesak agar pelaku bisa dihukum tegas. Menurutnya, kasus ini bukan hanya masuk kategori kejahatan, tetapi juga pelanggaran terhadap hak-hak anak.
“Karena ini sudah terjadi, maka untuk penanganannya ini sudah menyangkut aspek hukum. Ya harus tegas hukum diterapkan kepada kejahatan seperti ini. Ini bukan hanya kejahatan, tapi pelanggaran terhadap hak-hak anak,” kata Siti Ma’rifah kepada MUI Digital di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/2/2026).
Doktor Ilmu Hukum ini menyatakan, Indonesia memiliki Undang-Undang Perlindungan Anak yang harus diterapkan secara tegas kepada pelaku.
Selain itu, dia juga meminta kepada semua pihak untuk adanya langkah preventif agar kasus serupa tidak terjadi lagi.
Siti Ma’rifah menyampaikan, KPRK MUI juga akan melaksanakan langkah preventif seperti workshop pra nikah agar dapat membangun ketahanan keluarga. Menurutnya, ketahanan keluarga harus dibangun berdasarkan Alquran agar terciptanya keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrohmah.
“InsyaAllah tidak akan ada kekerasan (kepada anak) apakah itu anak kandung, anak tiri. Karena ini adalah amanah dari Allah. Ini yang akan dilakukan KPRK MUI. Kami berharap dukungan dari semua pihak untuk sama-sama menangani persoalan ini secara terintegrasi,” ujarnya.
Seorang anak laki-laki (12) meninggal dunia diduga karena dianiaya oleh ibu tirinya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Korban meninggal dengan luka lebam dan luka bakar pada tubuhnya.
Korban sehari-harinya tinggal di pesantren. Namun saat kejadian, korban sedang libur untuk persiapan awal puasa bersama keluarga.
Ketika itu ayah korban yang tengah bekerja di Kota Sukabumi, ditelepon istrinya yang memintanya segera pulang dengan alasan korban jatuh sakit.
Setibanya ayah korban pulang ke rumah, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Jampang Kulon untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nahas, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di RS tersebut. (hud/rls)