Safari Ramadhan Permupota di Taiwan, Dai NU Ajak PMI Mantapkan Pilihan Hidup

0

RISALAH NU ONLINE, TAIPEI – Dai Nahdlatul Ulama Worldwide Taiwan, Ustadz M. Zainut Tholibin, mengingatkan bahwa hidup adalah rangkaian pilihan yang harus dihadapi dengan keyakinan dan ketakwaan.

Dalam mauidhoh hasanahnya, Ustadz Zainut menegaskan bahwa setiap manusia memiliki kebebasan memilih, namun juga harus siap menanggung konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil.

“Hidup di dunia itu adalah tentang sebuah pilihan, dan setiap pilihan ada konsekuensinya masing-masing. Manusia ditakdir oleh Allah memiliki akal dan hati agar bisa memilih pilihan yang dapat mendekatkan diri kepada ketakwaan,” ujarnya dalam kegiatan Safari Ramadhan yang digelar Komunitas Keluarga Besar Permupota (Perkumpulan Muslim Ponorogo) Taiwan pada Selasa (24/2/2026) malam.

Ia juga mengaitkan pesan tersebut dengan realitas para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan yang telah memilih merantau demi masa depan.

“Ibu-ibu semua memilih untuk merantau sebagai PMI di Taiwan pasti memiliki konsekuensinya, yaitu jauh dengan keluarga, merasakan kerinduan terhadap tanah air. Tetapi jangan pernah merasa menyesal dalam menentukan sebuah pilihan, kita harus yakin bahwa pilihan yang kita pilih adalah pilihan yang terbaik bagi kita,” lanjutnya.

Menurutnya, ketika dihadapkan pada pilihan sulit, umat Islam dianjurkan untuk memperkuat ikhtiar spiritual melalui shalat istikharah dan mempertimbangkan manfaat serta mudarat dari setiap pilihan.

“Jika ada dua pilihan yang sama-sama berat, maka sebaiknya melaksanakan sholat istikhoroh dan memandang lebih dalam terkait manfaat dan madzorot dari kedua pilihan tersebut, lalu pilihlah yang madzorotnya lebih ringan,” katanya.

Ustadz Zainut juga menyampaikan analogi kehidupan sebagai perjalanan yang penuh risiko, seperti memilih naik bus yang mungkin menghadapi berbagai kendala, namun tetap akan sampai tujuan jika dijalani dengan sabar. Ia juga mengibaratkan hidup seperti menaiki tangga menuju tujuan yang lebih tinggi, yang membutuhkan ketekunan dan keteguhan.

“Kita itu tidak bisa memilih dilahirkan oleh siapa, tapi kita bisa memilih untuk hidup yang bagaimana,” tegasnya.

Sebelum kajian, kegiatan diawali dengan hataman Al-Qur’an Juz 30 yang merupakan agenda rutin bulanan komunitas Permupota Taiwan, kemudian dilanjutkan sambutan dari Ketua LAZISNU PCI NU Taiwan, Agus Salim. Dalam sambutannya, Agus mengajak masyarakat Indonesia di Taiwan untuk menyalurkan zakat melalui LAZISNU PCI NU Taiwan agar dapat didistribusikan secara tepat sasaran.

Ia menjelaskan bahwa lembaga tersebut telah menyalurkan berbagai bantuan sosial, termasuk santunan kecelakaan bagi puluhan PMI sepanjang tahun.

“LAZISNU PCI NU Taiwan sudah mendistribusikan bantuan santunan kecelakaan dan lain sebagainya sekitar 67 orang dalam setahun. Kami berharap masyarakat Indonesia di Taiwan dapat menyalurkan zakat fitrah maupun zakat penghasilan melalui LAZISNU agar dapat didistribusikan secara optimal,” ujarnya.

(Anisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.