RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa cadangan operasional Liquefied Petroleum Gas (LPG) saat ini telah berada di level aman, yakni di atas 10 hari.
“Masa sulit kita untuk LPG sudah kita lewati sejak tanggal 4 (April). Alhamdulillah, sekarang cadangan kita untuk LPG kapasitasnya sudah di atas 10 hari,” ujar Menteri Bahlil dalam keterangan pers usai Rapat Kerja Pemerintah Kabinet Merah Putih di Jakarta (8/4/26) Malam.
Pemerintah juga memberikan klarifikasi mengenai kekhawatiran dampak ketegangan di Timur Tengah terhadap pasokan gas domestik. Dipastikan bahwa distribusi LPG nasional tidak bergantung pada jalur Selat Hormuz.
“Kalau LPG enggak ada urusannya sama Selat Hormuz, karena kita sudah ambil dari Australia, dari Amerika, dan beberapa negara lain,” katanya.
Dalam waktu dekat, kapal pengangkut LPG tambahan akan segera bersandar untuk semakin memperkuat ketahanan stok nasional. Selain kabar di sektor LPG, pemerintah juga mengonfirmasi bahwa saat ini Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor solar.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat di angka 5,39% pada kuartal keempat, posisi yang kompetitif di antara negara-negara G20.
Dengan cadangan yang terjaga di atas 10 hari dan terus bertambah, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan melakukan konsumsi secara normal karena rantai pasok telah kembali berjalan sesuai rencana.
(Anisa).