RISALAH NU ONLINE, KEDIRI – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menyerukan gerakan konsolidasi lintas iman secara masif untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat akar rumput. Langkah ini diambil sebagai strategi nasional dalam menghadapi ancaman krisis global serta dampak perang internasional yang kian nyata mengganggu stabilitas hidup masyarakat di dalam negeri.
Gus Yahya menegaskan bahwa PBNU telah memulai rangkaian komunikasi pada Jum’at (10/04) dengan Uskup Agung Jakarta Romo Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo. Beliau menyebut konsolidasi akan dilanjutkan kepada pimpinan agama atau organisasi lain, seperti Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), hingga rencana pertemuan dengan pimpinan pusat Muhammadiyah.
“Saya ingin gunakan kesempatan ini untuk mengajak kepada seluruh masyarakat, mari kita melihat perang ini tidak seperti nonton bola. Kita membutuhkan konsolidasi dari semua kekuatan bangsa ini untuk berjuang bersama, bersusah payah bersama, berjibaku bersama, demi masa depan yang lebih baik untuk seluruh bangsa Indonesia yang kita cintai,” ujar Gus Yahya di Kediri, Selasa (14/04/2026).
Gus Yahya menjelaskan bahwa perdamaian dunia merupakan kepentingan absolut bagi rakyat Indonesia karena dampak konflik bersenjata, seperti perang Rusia-Ukraina maupun ketegangan di Timur Tengah, langsung memengaruhi pasokan energi dan ekonomi domestik. Beliau memperingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam polarisasi dukungan yang emosional di media sosial, melainkan harus menyadari bahwa keselamatan manusia adalah prioritas utama.
“Kepentingan absolut kita sekarang ini adalah kita menuntut supaya perang kekerasan dihentikan sekarang juga. Supaya jangan diterus-teruskan. Apapun sengketa yang ada harus diselesaikan melalui jalan damai. Karena kalau tidak, kita semua ikut sengsara. Seluruh dunia ikut sengsara,” tegasnya.
Menurut Gus Yahya, kedaulatan sebuah bangsa tidak lagi hanya ditentukan oleh kapasitas militer, melainkan oleh ketahanan energi, pangan, dan air yang dikelola secara berdaulat oleh rakyatnya sendiri. Transformasi ini memerlukan perubahan mindset dan struktur sosial yang luas, yang hanya bisa dicapai jika seluruh pemuka agama dan tokoh masyarakat bergerak serentak melakukan konsolidasi.
“PBNU sudah membuat langkah-langkah untuk bisa menjalankan agenda konsolidasi akar rumput ini bersama seluruh elemen bangsa. Saya akan terus berkeliling untuk menemui pimpinan-pimpinan dan simpul-simpul dari seluruh elemen bangsa ini supaya kita semuanya berkonsolidasi untuk menghadapi tantangan bersama, menyelamatkan masa depan kita bersama,” pungkas Gus Yahya.
(Anisa)