‎Silaturahim Dai Go Global Lintas Angkatan, LD PBNU Perkuat Jejaring Dakwah Global

0

Risalah NU Online, Jakarta – Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) menggelar silaturahim Dai Go Global lintas angkatan 2023 hingga 2026 secara virtual pada Senin (20/4/2026). Kegiatan yang dilaksanakan melalui platform Zoom ini menjadi ruang temu strategis bagi para dai yang tersebar di berbagai negara untuk mempererat jejaring sekaligus memperkuat arah dakwah global Nahdlatul Ulama.

‎Acara ini dihadiri Ketua LD PBNU Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin, M.HI, Sekretaris LD PBNU KH. Nurul Badruttamam, MA, Koordinator Program Dai Go Global KH. Rosyidin Mawardi, serta seluruh pengurus Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) dari berbagai negara yang selama ini menjadi tuan rumah bagi para dai dalam rangka menjalankan misi dakwahnya. Turut hadir pula para dai lintas angkatan yang selama beberapa tahun terakhir menjadi ujung tombak dakwah NU di kancah internasional.

‎Dalam sambutannya, Ketua LD PBNU, Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin, menegaskan bahwa program Dai Go Global merupakan inisiatif strategis yang lahir dari kebutuhan untuk memperluas jangkauan dakwah NU di tingkat global. Ia menyebutkan bahwa program ini mulai diinisiasi sejak masa khidmah 2022–2027 sebagai bagian dari komitmen LD PBNU dalam menjawab tantangan dakwah di era globalisasi.

‎“Dai Go Global diinisiasi oleh Lembaga Dakwah PBNU sejak masa khidmah 2022–2027. Program ini dirancang untuk menghadirkan dai-dai yang tidak hanya memahami keislaman secara mendalam, tetapi juga mampu beradaptasi dengan konteks sosial dan budaya masyarakat internasional,” ujar kyai yang akab dipanggil dengan Gus Aab ini.

‎Sementara itu, Sekretaris LD PBNU, KH. Nurul Badruttamam, menekankan pentingnya keberlanjutan program Dai Go Global di tengah dinamika organisasi. Menurutnya, program ini tidak boleh berhenti meskipun terjadi pergantian kepengurusan di tubuh LD PBNU.

‎“Program Dai Go Global harus terus berjalan secara berkesinambungan. LDNU saat ini telah bersinergi dengan Digdaya NU, sebuah aplikasi yang menjadi basis data para dai untuk saling mengenal, berjejaring, dan mengembangkan dakwah di berbagai sektor,” jelasnya.

‎Ia juga menyoroti pentingnya kapasitas literasi bagi para dai. Menurutnya, seorang dai tidak hanya dituntut mahir dalam menyampaikan ceramah, tetapi juga harus mampu menuangkan gagasan dan pengalaman dakwah dalam bentuk tulisan.

‎“Dai selain pintar berceramah juga harus pandai menulis. Pengalaman dakwah para dai global ini sangat berharga dan perlu didokumentasikan dalam bentuk buku agar dapat menjadi referensi bagi generasi berikutnya,” tambah Nurul.

‎Kegiatan silaturahim ini berlangsung hangat dan interaktif, diwarnai dengan sesi berbagi pengalaman dari para dai yang bertugas di berbagai negara. Mereka menceritakan dinamika dakwah di tengah komunitas diaspora Indonesia maupun masyarakat lokal, termasuk tantangan adaptasi budaya, bahasa, hingga strategi pendekatan yang efektif.

‎Koordinator Program Dai Go Global, KH. Rosyidin Mawardi, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas antar dai lintas angkatan. Ia berharap komunikasi yang terjalin tidak berhenti pada forum formal, tetapi terus berlanjut dalam kolaborasi nyata di lapangan.

‎Melalui kegiatan ini, LD PBNU menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan dakwah global berbasis jejaring, inovasi, dan dokumentasi pengetahuan, sehingga peran dai NU semakin signifikan dalam membangun peradaban Islam yang inklusif di tingkat dunia. (Baba Nufus).

Leave A Reply

Your email address will not be published.