RISALAH NU ONLINE CILACAP – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), meresmikan penggunaan gedung baru Yayasan Miftahul Huda Kroya serta Klinik Pratama Rawat Inap Masyitoh di Kroya, Cilacap, Sabtu (25/04). Dalam sambutannya, Gus Yahya memberikan catatan kuat mengenai transformasi tata kelola lembaga kesehatan di bawah naungan Nahdlatul Ulama agar dikelola secara profesional.
Gus Yahya menegaskan bahwa pemisahan antara aspek khidmah (pelayanan sosial) dan manajemen bisnis merupakan kunci keberlanjutan sebuah institusi. Ia mengingatkan agar pengelolaan klinik tidak dicampuradukkan dengan administrasi yang tidak terukur, demi menghindari konflik internal di masa depan.
“Lembaga ini harus dikelola dengan manajemen bisnis profesional. Kita harus mulai menerima cara berpikir yang lebih tegas mengenai soal manajemen. Sebetulnya ini sudah diajarkan oleh para ulama kita; Al-Mu’amalah kal Ajanib, bahwa dalam urusan muamalah atau bisnis, kita harus bersikap profesional seperti layaknya orang yang tidak saling kenal,” ujar Gus Yahya di hadapan pengurus PCNU Cilacap dan direksi yayasan.
Lebih lanjut, Gus Yahya menyoroti pentingnya objektivitas dalam operasional klinik, termasuk dalam hal perekrutan sumber daya manusia. Ia meminta pihak manajemen untuk tetap mengedepankan kompetensi di atas faktor kedekatan personal atau struktural.

“Terima pegawai harus profesional. Jika ada titipan, lihat dulu mampu atau tidak. Jangan karena takut kuwalat lalu diterima tanpa melihat kemampuan. Profesionalisme ini dijaga demi masa depan dan keberlangsungan inisiatif ini sendiri,” tegasnya.
Terkait akses layanan kesehatan masyarakat, Gus Yahya menjelaskan peran strategis PCNU dalam menjembatani kebutuhan warga. Sementara BPJS telah ditanggung pemerintah, PCNU diharapkan hadir untuk mengonsolidasikan bantuan pendukung bagi hal-hal yang belum tercover oleh skema jaminan kesehatan nasional tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya juga mengapresiasi sejarah keberhasilan aktivisme di Cilacap yang telah dimulai sejak era KH Muslih Abdurrahman dan KH Chasbullah Syahid (Mbah Gey Syahid) dalam mengembangkan layanan haji dan umrah. Keberhasilan tersebut, menurutnya, didasari oleh pemahaman yang jelas mengenai batas antara wilayah bisnis dan pengabdian.
Di akhir sambutan, Gus Yahya menyatakan komitmen PBNU untuk memasukkan Klinik Pratama Rawat Inap Masyitoh ke dalam Sistem Semesta Layanan Kesehatan NU.
“Selamat kepada PCNU Cilacap dan Yayasan Miftahul Huda. Ini adalah inisiatif yang sangat baik. Semoga berkembang lebih besar dan menjadi mubadarah (prakarsa) yang bermanfaat serta penuh berkah bagi masyarakat luas,” pungkasnya.
(delia)