RISALAH NU ONLINE, JAKARTA — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar rapat pleno untuk mematangkan persiapan menuju Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama, Konferensi Besar (Konbes), hingga Muktamar NU mendatang. Rapat tersebut menjadi wadah dalam menyatukan langkah, mematangkan materi organisasi, serta menentukan lokasi dan teknis pelaksanaan agenda-agenda besar tersebut.
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menegaskan bahwa seluruh persiapan substansial telah dicicil sejak lama oleh jajaran pengurus demi menyukseskan estafet organisasi melalui Munas, Konbes, dan Muktamar.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa menyelenggarakan rapat pleno, yang utamanya adalah untuk memenuhi prosesi menuju keputusan-keputusan menyangkut Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar, serta berkaitan dengan Muktamar sesudah itu,” kata Gus Yahya di Gedung PBNU, pada Kamis (21/5/2026).
Sementara itu, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menjelaskan bahwa rapat pleno kali ini sengaja menggabungkan beberapa agenda strategis sekaligus, termasuk menampung usulan tempat pelaksanaan dari berbagai Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan pondok pesantren dengan tetap mempertimbangkan asas efisiensi anggaran organisasi.
“Oleh karena itu, agenda yang tertera memang yang tertulis di dalam undangan pleno ini adalah menentukan Munas-Konbes, dan mungkin beserta dengan materi-materi bahasan apa yang akan dibahas di dalam Munas-Konbes, sekaligus muktamar.”
Saat membuka jalannya diskusi, Rais Aam juga mengingatkan kepada seluruh peserta pleno mengenai prinsip dasar pengambilan keputusan di dalam Nahdlatul Ulama yang wajib mengedepankan musyawarah mufakat berdasarkan hukum syariat, bukan melalui pemungutan suara terbanyak.
Rapat pleno ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus harian PBNU, perwakilan lembaga, sementara sebagian masyayikh seperti Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar turut mengawal jalannya rapat secara daring melalui aplikasi Zoom.
(Anisa)