Puncak Haji, Jamaah Diminta Doakan Kedamaian dan Kesejahteraan Indonesia

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Ketua Musyrif Diny KH Cholil Nafis menyampaikan pesan kepada seluruh jamaah haji asal Indonesia yang bersiap menghadapi puncak ibadah haji, yakni wukuf di Arafah.

Wakil Ketua Umum MUI ini mengimbau jamaah untuk tidak hanya fokus pada doa pribadi, tetapi juga menyelipkan doa khusus demi masa depan bangsa, khususnya pemimpin yang adil dan beriman.

Momentum wukuf di Arafah dikenal sebagai salah satu waktu dan tempat paling mustajab untuk memanjatkan doa. Oleh karena itu, K Cholil berharap ratusan ribu jamaah haji Indonesia bisa memanfaatkan kesempatan emas ini untuk kebaikan Tanah Air.

“Jelang wukuf di Arafah, saya titip kepada seluruh jamaah haji Indonesia, selain berdoa untuk dirinya, keluarga dan sanak saudaranya, juga tolong doakan negara dan bangsa Indonesia,” ujar Kiai Cholil, Senin (25/5/2026).

Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah ini menekankan pentingnya mendoakan para pemimpin dan pemegang kebijakan di Indonesia. Menurutnya, arah bangsa sangat ditentukan oleh kualitas moral dan spiritual kepemimpinannya.

“Mudah-mudahan tetap aman sentosa, rakyatnya sejahtera, dan pemimpin-pemimpinnya yang adil serta beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa,” lanjutnya.

Menuju Arafah

Hari ini (Senin-25/05), pergerakan jemaah dari hotel menuju Arafah akan dimulai 8 Dzulhijjah, secara bertahap dalam tiga trip, yaitu pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi.

“Besok, 8 Dzulhijjah, pendorongan jemaah haji Indonesia dari hotel menuju Arafah akan mulai dilakukan bertahap. Karena itu, kami mengimbau seluruh jemaah untuk mematuhi jadwal, mengikuti arahan petugas, tidak bergerak sendiri, dan tidak terpisah dari rombongan,” ujar Jubir Kemenhaj Maria di Jakarta

Maria menjelaskan, sejak hari ini pukul 07.00 waktu Arab Saudi, Satuan Tugas Arafah mulai diberangkatkan ke lokasi untuk memastikan kesiapan layanan Armuzna, mulai dari pengecekan akhir tenda, konsumsi, transportasi, kesehatan, bimbingan ibadah, pelindungan jemaah, hingga proses penerimaan jemaah di Arafah.

“Fase Armuzna adalah tahapan paling penting dan paling padat. Karena itu, seluruh layanan harus benar-benar siap agar jemaah dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan tertib, aman, nyaman, dan khusyuk,” katanya.

Menjelang keberangkatan ke Arafah, Kemenhaj mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik, memperbanyak istirahat, makan teratur, minum air yang cukup, serta menyiapkan barang bawaan seperlunya.

“Bawalah barang yang benar-benar dibutuhkan, seperti dokumen identitas, kartu jemaah, gelang identitas, obat pribadi, masker, botol minum, perlengkapan ibadah, pakaian secukupnya, alas kaki yang nyaman, dan perlengkapan kebersihan pribadi. Hindari membawa koper besar, barang berat, perhiasan berlebihan, atau uang tunai dalam jumlah besar,” pesan Maria.

Maria juga mengajak jemaah dan petugas untuk saling peduli, terutama kepada jemaah lansia, disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.

“Jika melihat jemaah berjalan sendiri, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera arahkan kepada petugas terdekat. Keselamatan jemaah adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Kemenhaj terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, PPIH Arab Saudi, petugas kloter, sektor, dan seluruh unsur layanan untuk memastikan pelaksanaan Armuzna berjalan optimal.

“Mohon doa seluruh masyarakat Indonesia agar puncak haji tahun ini berjalan lancar dan seluruh jemaah diberi kesehatan, keselamatan, serta kemudahan,” tandas Maria. (hud/rls).

Leave A Reply

Your email address will not be published.