Dapur Umum Muktamar NU Bergerak, Masak Ribuan Porsi Tak Takut Kehabisan Stok 

0

RISALAH NU ONLINE, JOMBANG – Dapur umum Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, mulai disibukkan dengan aktivitas memasak dan menyiapkan kebutuhan konsumsi selama gelaran Muktamar.

Dapur umum yang berada di Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Bahrul Ulum tersebut menjadi salah satu titik penyiapan makanan bagi panitia lokal dan sejumlah delegasi Muktamar NU.

Penanggung Jawab (PJ) Dapur Umum Muktamar ke-35 NU, Ica Ula’ul Muhinah, mengatakan persediaan bahan makanan di dapur saat ini cukup melimpah. Berbagai kebutuhan, mulai dari beras, sayuran, daging, air minum kemasan hingga perlengkapan pengemasan tersedia di lokasi.

Pantauan di lokasi, ratusan karung beras dengan ukuran 10 kilogram dan 25 kilogram tampak tersusun di area dapur. Selain itu, tersedia pula berbagai jenis sayuran, daging, air minum kemasan, serta wadah makanan berwarna cokelat untuk kebutuhan distribusi.

“Untuk stok bahan makanan akan ada terus dan dipastikan cukup sampai akhir Muktamar. Bantuan bahan makanan juga terkadang datang dari berbagai pihak, salah satunya dari IKABU Malang,” kata Ica.

Aktivitas memasak dilakukan dalam dua waktu untuk memenuhi kebutuhan makan siang dan makan malam.

Untuk menu makan siang, proses memasak dimulai sejak sekitar pukul 06.00 WIB. Setelah makanan selesai disiapkan dan dikemas, distribusi mulai dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB.

Sementara untuk makan malam, proses memasak sudah dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Makanan kemudian dikemas dan didistribusikan sekitar pukul 19.00 WIB.

Menu yang disiapkan juga dibuat bervariasi setiap harinya. Pada Kamis (27/8/2026), misalnya, dapur umum mengolah daging bantuan berupa rengsengan daging dan rendang. Menu tersebut dilengkapi tumis sayur dan perkedel.

“Menu setiap hari berbeda. Kebetulan kami juga mendapatkan bantuan sapi, sehingga hari ini kami memasak menu daging, ada rengsengan daging, rendang, tumis sayur dan perkedel,” ujarnya.

Makanan yang telah selesai dimasak kemudian dikirim kepada panitia lokal Muktamar. Proses distribusi dilakukan oleh tim logistik menggunakan kendaraan menuju sejumlah pos penjagaan yang ditempati panitia lokal.

Selain panitia lokal, makanan juga disalurkan kepada sejumlah delegasi. Namun, konsumsi khusus peserta Muktamar atau muktamirin tidak menjadi tanggung jawab dapur umum tersebut karena telah ditangani langsung oleh panitia pusat.

Ica mengatakan proses distribusi makanan sejauh ini berjalan tanpa kendala berarti. Pihak dapur telah memiliki daftar penerima makanan sehingga tim tinggal menyesuaikan jumlah dan tujuan pengiriman.

“Untuk mengirimkan makanan tidak kebingungan karena sudah ada list para panitia lokal yang kami pegang. Jadi tinggal mendistribusikan sesuai daftar,” jelasnya.

Operasional dapur umum melibatkan banyak unsur. Selain personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), terdapat para ibu dari Muslimat NU, Fatayat NU, hingga relawan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Fatayat.

Dapur umum tersebut mulai beroperasi sejak Rabu (26/8/2026) dan dijadwalkan terus melayani kebutuhan konsumsi hingga 30 Agustus 2026, mengikuti rangkaian pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas.

Dengan dukungan bahan pangan dari berbagai pihak serta keterlibatan relawan dalam proses memasak dan distribusi, dapur umum tersebut dipastikan tetap beroperasi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi panitia lokal dan penerima makanan lainnya selama Muktamar berlangsung.

Anggit Pujie Widodo. 

Leave A Reply

Your email address will not be published.