Nama Dicatut di Buku “Islam Ala Prabowo”, Kyai Said Minta Namanya Dihapus dan Peredaran Buku Dihentikan Sementara
RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, menyayangkan pencantuman namanya dalam buku berjudul Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam. Melalui pernyataan resminya, pihak Kiai Said mendesak penerbit untuk segera menghapus namanya dari buku tersebut serta menghentikan sementara peredarannya di masyarakat.
Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Pribadi (Sespri) KH Said Aqil Siroj, M. Sofwan Erce. Pihaknya menegaskan bahwa Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah tersebut tidak pernah terlibat dalam proses pembuatan maupun penerbitan buku karya Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush’ab Muqoddas tersebut.
“Kyai Said tidak pernah menulis, menyusun, maupun memberikan tulisan untuk buku dimaksud. Dengan demikian, pencantuman nama beliau dalam buku tersebut tidak dapat dimaknai sebagai pernyataan, tulisan, maupun bentuk keterlibatan beliau dalam penyusunan buku,” tegas Sofwan dalam keterangan tertulisnya yang dikutip pada Senin, (7/8/26).
Dalam daftar isi buku yang diterbitkan oleh Atmosphere Publishing House itu, nama Kiai Said dicantumkan dalam subjudul tulisan “Berislam Nusantara ala Prabowo Subianto”. Padahal, Kiai Said mengaku tidak pernah dihubungi oleh pihak penyusun maupun penerbit terkait proyek buku tersebut.
Atas dasar itu, pihak Kiai Said menyampaikan dua tuntutan utama kepada pihak penyusun dan penerbit, yakni meminta agar nama KH Said Aqil Siroj segera dihilangkan dan dihapus dari daftar kontributor maupun isi buku, serta meminta peredaran buku Islam ala Prabowo dihentikan sementara waktu sampai dilakukan pengecekan ulang dan revisi terkait pencantuman nama tokoh.
Sofwan menambahkan bahwa langkah ini diambil semata-mata untuk menjaga kejelasan informasi di tengah publik. Pihaknya tidak ingin muncul persepsi atau persepsi liar di masyarakat seolah-olah Kiai Said memberikan kontribusi tulisan dalam buku tersebut.
“Demikian klarifikasi ini disampaikan. Kami berharap penjelasan dan permohonan ini dapat diterima serta ditindaklanjuti dengan baik oleh pihak terkait, sehingga persoalan pencantuman nama tersebut dapat diselesaikan secara bijaksana,” pungkasnya.
Pencantuman nama tokoh secara sepihak ini sebelumnya juga memicu protes dari sejumlah tokoh lain yang namanya turut dicatut tanpa izin, di antaranya mantan Gubernur NTB TGB Muhammad Zainul Majdi serta pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, KH Muhammad Abdurrahman Kautsar (Gus Kautsar).
(Anisa)