RISALAU NU ONLINE, SEMARANG — Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), menyampaikan sejumlah pesan menjelang pelaksanaan Kongres Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) yang direncanakan berlangsung pada November mendatang di Pondok Pesantren Darul Amanah, Kendal.
Dalam pembekalan yang disampaikan di Gedung PWNU Jateng, Gus Rozin menekankan pentingnya membangun sinergi dan kolaborasi yang erat antara PWNU, badan otonom (Banom), serta kepengurusan IPNU dan IPPNU.
“Sinergitas itu apa saja lah. Kalau tidak bisa membuat program bareng, setidaknya makan bareng. Kebersamaan dan silaturahmi harus terus terjalin,” ujar Gus Rozin dalam keterangan resmi yang diterima oleh Risalah NU, Selasa, (6/10/2026).
Gus Rozin mengingatkan agar IPNU dan IPPNU kembali berfokus pada akar keberadaannya, yakni pembinaan kader di tingkat pelajar (sekolah menengah/aliyah ke bawah). Menurutnya, meluasnya garapan organisasi hingga ke tingkat perguruan tinggi berisiko memecah fokus kaderisasi.
Ia mendorong penguatan kerja sama struktural dari tingkat pusat hingga daerah dengan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU serta Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) untuk membentuk komisariat-komisariat IPNU-IPPNU di sekolah dan pesantren.
“Harus lebih fokus pada level pelajar. Di Jawa Tengah saja ada empat ribuan sekolah Ma’arif dan pesantren yang belum sepenuhnya terjangkau,” tegasnya.
Selain itu, Gus Rozin juga menyoroti siklus kepengurusan di tingkat cabang yang terbilang singkat (2 tahun). Dengan jeda waktu efektif bekerja yang relatif pendek setelah proses pelantikan dan persiapan permusyawaratan kembali, luasnya wilayah kerja organisasi perlu dipertimbangkan agar program dapat berjalan optimal.
Menjelang pelaksanaan Kongres, Gus Rozin berpesan agar para kader IPNU dan IPPNU tidak meniru praktik-praktik kurang baik dalam berorganisasi, terutama yang berkaitan dengan kepentingan politik praktis.
“Hal-hal yang kurang baik di rumah orang tua kita atau kakak-kakak kita tidak usah ditiru. Lepaskan diri dari kooptasi politik. IPNU dan IPPNU harus membangun karakter yang kuat,” tambahnya.
(Anisa)