PBNU dan Kedubes Mesir Gagas Pertukaran Ulama untuk Perkuat Dakwah Moderat

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengusulkan agar program pertukaran dan kunjungan ulama antara Indonesia dan Al-Azhar Mesir dapat dilakukan secara lebih intensif. Usulan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PBNU KH. M. Faiz Syukron Ma’mun saat mendampingi Ketua Umum PBNU KH. Abdul Hakim Mahfudz dalam silaturahim dengan Duta Besar Republik Arab Mesir untuk Indonesia, Yang Mulia Mr. Yasser Hassan Farag Elshemy, di Ambassador Residence, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026).

KH. M. Faiz Syukron Ma’mun menegaskan pentingnya inisiatif ini sebagai instrumen dakwah moderat dan pertukaran wawasan antar kedua negara.

“Pertukaran ulama perlu kita dorong lebih intensif. Ulama Al-Azhar dapat hadir menyampaikan pandangan keislaman yang moderat di Indonesia, dan ulama Indonesia juga dapat berbagi pengalaman mengenai kehidupan Islam yang damai, moderat, dan harmonis di tengah masyarakat yang majemuk,” tutur KH. M. Faiz Syukron Ma’mun.

Gagasan tersebut disambut positif oleh Duta Besar Mesir. Kedutaan Besar Mesir menyatakan kesiapan untuk menjajaki berbagai bentuk sinergi antara Al-Azhar, Kedutaan Besar Mesir, dan PBNU dalam bidang dakwah Islamiyah, pendidikan, moderasi beragama, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Kerja sama antara Al-Azhar, Kedutaan Besar Mesir, dan PBNU memiliki ruang yang sangat luas untuk dikembangkan. Kami menyambut baik berbagai gagasan kolaborasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia dan Mesir,” ujar Yasser Elshemy.

Selain membahas pertukaran ulama, pertemuan tersebut juga menyoroti peran penting Al-Azhar dalam perkembangan keilmuan Islam di Indonesia sejak dekade 1960-an hingga saat ini, yang mempererat sanad keilmuan ulama Indonesia dengan tradisi Al-Azhar yang moderat dan berwibawa.

Dalam hal dukungan pendidikan, Pemerintah Mesir menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi pelajar Indonesia.

“Mesir dan Al-Azhar memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Indonesia. Kami berharap semakin banyak generasi muda Indonesia yang mendapatkan kesempatan belajar di Mesir dan menjadi jembatan keilmuan serta persaudaraan antara kedua negara,” kata Yasser Elshemy.

Duta Besar Mesir mengungkapkan bahwa dukungan tersebut salah satunya diwujudkan melalui penyediaan beasiswa penuh bagi 30 pelajar Indonesia setiap tahun untuk berbagai program studi keagamaan maupun umum.

Dalam kesempatan itu, Dubes Mesir juga menyampaikan ucapan selamat kepada KH. Abdul Hakim Mahfudz atas amanah sebagai Ketua Umum PBNU. Ia mendoakan agar kepemimpinan PBNU ke depan dapat semakin memberikan manfaat bagi umat, bangsa, serta memperkuat hubungan dengan dunia Islam.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH. Abdul Hakim Mahfudz menyampaikan apresiasi atas hubungan historis yang erat antara Indonesia dan Mesir, di mana Mesir menjadi salah satu negara pertama yang memberikan pengakuan terhadap kemerdekaan Republik Indonesia.

“Hubungan Indonesia dan Mesir bukan hanya hubungan diplomatik, tetapi memiliki akar sejarah, keilmuan, dan persaudaraan yang sangat kuat. Hubungan yang telah terjalin ini perlu terus kita rawat dan kembangkan melalui kerja sama yang semakin konkret,” ujar KH. Abdul Hakim Mahfudz.

PBNU dan Kedutaan Besar Mesir sepakat bahwa hubungan Indonesia–Mesir yang telah terjalin selama puluhan tahun perlu terus diperkuat melalui program-program konkret dan berkelanjutan. Silaturahim tersebut diharapkan menjadi langkah untuk memperluas kolaborasi PBNU dengan Al-Azhar dan Pemerintah Mesir, sekaligus memperkokoh hubungan keilmuan, dakwah, dan persaudaraan antara masyarakat kedua negara.

(Anisa/rls)

Leave A Reply

Your email address will not be published.