Tanggapi Serangan Iran, Ketum PBNU: Ini Bukan Soal Syiah – Sunni tapi Konsekuensi Konflik Berkepanjangan
RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf mengungkapkan serangan yang dilakukan oleh Iran merupakan konsekuensi dari konflik berkepanjangan. Kiai yang akrab disapa Gus Yahya itu menyebut dalam sepanjang sejarah sudah menjadi “hukum alam” ketika konflik berkepanjangan itu tidak segera dihentikan, maka akan semakin banyak pihak yang terlibat.
“Apalagi konflik dengan kekerasan, pasti semakin banyak pihak yang terlibat. Itu sudah pasti, ini hanya soal waktu. Kita tahu bahwa ini mulanya konflik di Gaza antara Israel dan Palestina, lalu lama-lama muncul dari Yaman, kemudian sekarang Iran dan seterusnya,” ujar Gus Yahya di kantor PBNU, Kramat, Jakarta Pusat (18/04/24).
Beliau menerangkan serangan Iran bukan lagi merupakan tentang kelompok Islam, yang dalam hal ini yaitu Syiah atau Sunni. Serangan Iran merupakan konsekuensi dari konflik yang berkepanjangan yang akan terus meluas dan memicu pergerakan sikap dari pihak-pihak lain apabila bencana kemanusiaan yang berlangsung di Palestina itu tidak segera dihentikan.
Gus Yahya menjelaskan bahaya lain yang mungkin akan dihadapi apabila konflik dari berbagai pihak tersebut tidak segera dihentikan. Kelompok-kelompok radikal dan kelompok teroris di Timur Tengah juga memiliki ruang kemungkinan untuk bangkit kembali karena mempunyai alasan atau momentum untuk melakukan sesuatu.
“Tidak ada jalan unutk mencegah kerusakan yang lebih besar selain berhenti sekarang juga. Lebih-lebih dengan kondisi kemanusiaan yang sudah di luar batas. Kesengsaraan yang dialami oleh saudara-saudara kita di Gaza ini sudah di luar batas yang tidak bisa ditangguhkan oleh kemanusiaan. Dan ini adalah tanggung jawab moral dari seluruh umat manusia yang tidak boleh diabaikan,” terangnya. (Anisa).