Soal Fatwa Salam Lintas Agama, Gus Yahya: Hati hati Menyikapi Persoalan Umat

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menginisiasi gelaran acara Halaqah Ulama dalam menyikapi fatwa MUI terkait salam lintas agama.

 

Tema yang diangkat pada kegiatan tersebut yaitu “Strategi Sosial dan Posisi Fiqh dalam Masyarakat Plural : Menyikapi Fatwa MUI Terkait Ijtima’ Ulama’ Soal Salam Lintas Agama”.

 

Gus Yahya memberikan sambutan pembuka dan menyampaikan realita masyarakat yang hidup dengan cara berbeda antara dulu dan kini, sehingga menuntut pendekatan fiqh yang berbeda pula. Selain itu perbedaan konstruksi sosial menuntut pendekatan yang berbeda secara fiqh.

 

“Kalau pendekatannya (menggunakan) seperti konstruksi di masa lalu, kesimpulan fiqhnya juga bisa salah arah atau tidak kompatibel dengan realitas yang ada,” jelas Gus Yahya di Kantor PBNU, pada Selasa (11/6/24) kemarin.

 

Beliau mengungkapkan identifikasi dan perumusan masalah menjadi faktor penting dalam berfatwa dan mengutip nasihat dari KH Maimun Zubair.

 

“Mbah Maimun itu berulang kali mengingatkan panjang lebar agar berhati hati dalam menyikapi persoalan, jangan sampai memicu sesuatu yang tidak perlu,” tuturnya.

 

Sementara itu Ketua PBNU, KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) secara eksplisit mengungkapkan PBNU tidak sepakat dengan fatwa MUI dalam hal salam lintas agama.

 

Meskipun secara pribadi pun Gus Ulil tidak setuju dengan fatwa tersebut, beliau tetap mengapresiasi MUI dan merasa senang sebab banyak orang terpacu untuk berdiskusi.

 

“Percakapan ini memaksa orang membaca kitab dan buku kembali, perdebatan ini asal dilakukan dengan dasar ilmiah yang baik itu justru mencerdaskan publik,” ujarnya.

 

Menurut Gus Ulil tidak terlalu penting ada di pihak MUI atau PBNU, namun yang terpenting setiap orang dapat melalui proses belajar dan memahami suatu persoalan. (Anisa).

Baca Juga :   KMBAAA Ikhtiar Kemenag Penguatan Moderasi Beragama di Level Global
Leave A Reply

Your email address will not be published.