Respon Dinamika PBNU, PWNU DKI Usulkan Muktamar Luar Biasa  

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta secara resmi mengusulkan penyelenggaraan Muktamar Luar Biasa (MLB) sebagai langkah konstitusional untuk merespons dinamika yang terjadi di PBNU pasca Rapat Pleno beberapa waktu lalu. Usulan ini dihasilkan dalam Rapat Harian Syuriyah–Tanfidziyah yang digelar pada Jumat, (12/12/2025) di Kantor PWNU DKI Jakarta.

“PWNU DKI Jakarta mengusulkan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk menyelenggarakan Muktamar Luar Biasa (MLB) sebagai mekanisme organisasi yang sah, konstitusional, dan bermartabat, guna mengembalikan stabilitas organisasi, marwah kepemimpinan, serta efektivitas khidmat Jam’iyyah Nahdlatul Ulama sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU,” demikian keterangan resmi yang dihasilkan dalam Rapat Harian Syuriyah–Tanfidziyah di Kantor PWNU DKI Jakarta.

Selain itu, rapat memberikan mandat penuh kepada Ketua PWNU DKI Jakarta untuk melakukan konsolidasi intensif dengan seluruh PWNU se-Indonesia sebagai bagian dari persiapan menuju MLB. PWNU DKI Jakarta menegaskan bahwa seluruh langkah yang diambil berada dalam koridor konstitusi organisasi dan berorientasi pada kemaslahatan jam’iyyah. Pihaknya juga mengimbau seluruh pengurus, badan otonom, dan warga NU untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas, serta memperkuat khidmat kepada umat di tengah dinamika yang berkembang.

Sebelumnya, usulan MLB telah mendapat respon dari Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) pada konferensi pers, Kamis (11/12/2025). Beliau menegaskan bahwa percepatan muktamar bukan persoalan kontroversial selama seluruh ketentuan organisasi dipenuhi, terutama syarat bahwa muktamar harus dipimpin bersama oleh Rais Aam dan Ketua Umum.

“Muktamar mau cepat boleh, mau besok pagi juga boleh, tapi harus benar. Jangan muktamar yang timpang dan cacat,” tegas Gus Yahya.

Beliau menekankan bahwa percepatan muktamar justru dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan persoalan organisasi, asalkan dijalankan sesuai tata aturan AD/ART yang telah menjadi fondasi NU sejak masa Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari. Beliau menyatakan siap duduk bersama untuk menyiapkan muktamar secara kolektif, namun beliau menyebut hingga kini komunikasi resmi dari pihak Rais Aam belum diterima.

Sementara itu, Pejabat Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa, menyatakan kesiapan pihaknya menjalankan agenda menuju Muktamar 2026. Beliau menegaskan akan mempercepat konsolidasi internal setelah ditetapkan sebagai Pj Ketum.

“Kami akan melakukan percepatan dan konsolidasi internal, termasuk menyiapkan Konbes, Munas Alim Ulama, dan memastikan kesiapan menuju Muktamar 2026,” katanya Selasa (9/12/2025).

(Anisa).

Leave A Reply

Your email address will not be published.